JagatSembilan.com | Tuban – Dosen dan mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) mengadakan pelatihan dan pendampingan kepada guru-guru di SDN dan MI Muniroh, Desa Kujung, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan pengajaran para guru dalam menghadapi tantangan penerapan Kurikulum Merdeka melalui metode Pembelajaran Diferensiasi.
Kegiatan yang diselenggarakan pada hari Rabu, 25 September 2024, di Balai Desa Kujung ini merupakan bagian dari Program Pengabdian Kemitraan Masyarakat (PKM) yang didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNUGIRI. Dengan kontrak program 1122/SKt/LPPM/071088/XI/2024, pelatihan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas pendidikan di wilayah tersebut.
Dosen dan mahasiswa UNUGIRI menyampaikan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman terkait dengan pengembangan Kurikulum Merdeka, khususnya dalam konteks pembelajaran diferensiasi.
Pembelajaran diferensiasi sendiri adalah metode yang dirancang untuk menyesuaikan proses belajar mengajar dengan kebutuhan individu siswa yang berbeda-beda, baik dalam aspek konten, proses, produk, maupun lingkungan belajar. Hal ini penting, mengingat saat ini banyak kelas yang memiliki keberagaman tinggi (heterogen) baik dari segi kemampuan maupun latar belakang sosial-ekonomi siswa.
Nur Mahmudah, salah satu anggota tim PkM dari UNUGIRI, menjelaskan bahwa pelatihan ini mengedepankan prinsip-prinsip pembelajaran diferensiasi yang dapat diterapkan pada semua jenjang pendidikan, termasuk di sekolah dasar.
“Kami ingin berbagi pengalaman dan pengetahuan terkait penerapan Kurikulum Merdeka dan Pembelajaran Diferensiasi, yang dapat menjadi alternatif dalam meningkatkan kualitas pengajaran di Desa Kujung. Dengan metode ini, diharapkan guru-guru di sana dapat lebih efektif mengajar dengan memperhatikan kebutuhan dan potensi masing-masing siswa,” ujarnya.
Kepala MI Muniroh Kujung, Konanto, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada pihak UNUGIRI atas pelatihan yang telah dilaksanakan. Menurutnya, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi para guru, terutama dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka yang kini diterapkan di sekolah-sekolah Indonesia.
“Pelatihan ini memberikan wawasan baru bagi kami tentang bagaimana cara mengimplementasikan Pembelajaran Diferensiasi 1 yang sesuai dengan fase-fase kurikulum. Kami sangat mengapresiasi kerja sama ini, karena dapat memperkaya keterampilan pengajaran kami dan meningkatkan kualitas pembelajaran bagi siswa di MI dan SD di Desa Kujung,” ucapnya.
Sementara itu, Togik Hidayat, seorang praktisi Guru Pengerak yang turut memberikan materi dalam kegiatan tersebut, menyampaikan pentingnya pemahaman tentang fase-fase kurikulum, yaitu fase A, B, dan C.
“Setiap fase kurikulum memiliki karakteristik dan tujuan yang berbeda, sehingga penting bagi guru untuk memahami cara menerapkan pembelajaran yang sesuai dengan fase tersebut. Pembelajaran diferensiasi dapat menjadi solusi bagi tantangan kelas heterogen, di mana guru harus mampu menyesuaikan materi dan metode pengajaran agar semua siswa, dengan berbagai latar belakang dan kemampuan, bisa memperoleh pemahaman yang optimal,” jelas Togik.
Kegiatan ini tidak hanya terbatas pada pemaparan materi teoritis, tetapi juga melibatkan praktek implementasi langsung di lapangan. Guru-guru diberikan kesempatan untuk berdiskusi, bertanya, dan langsung mempraktekkan penerapan pembelajaran diferensiasi dalam skenario pengajaran yang nyata. Hal ini diharapkan dapat membantu mereka untuk lebih memahami dan menguasai metode tersebut, serta mengaplikasikannya secara langsung di dalam kelas.
Selain itu, kegiatan ini juga merupakan bentuk pengembangan dari program Sekolah Penggerak dan Guru Penggerak yang menjadi bagian penting dalam upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di seluruh Indonesia. Dengan meningkatkan keterampilan para guru, diharapkan kualitas pembelajaran dapat meningkat secara signifikan, terutama dalam menghadapi tantangan dan dinamika yang ada di kelas.













