JagatSembilan.com | Bojonegoro – Ratusan pasien yang mendapat rujukan rawat inap, dijemput secara gratis oleh RS Muslimat NU Muna Anggita.
Hal itu diutarakan oleh Niko, Humas RS Muslimat NU Muna Anggita pada jagatsembilan.com hari ini, Senin (17/02/2025).
“Alkhamdulillah sudah ratusan yang terbantu dengan penjemputan gratis dengan ambulan yang didapatkan atas fasilitasi dari Pak Pratikno (Menko PMK.red) itu Mas,” terang Niko.
Menurut Niko, penjemputan pasien tidak hanya seputaran kota Bojonegoro saja, tapi sampai pelosokpun tetap dilayani.
“Kalau memang keadaan ambulan sedang free, pasti langsung dijemput. Entah siang hari maupun malam hari,” terang Niko.
Niko juga mengatakan, walaupun gratis, ambulan RS Muslimat NU Muna Anggita terawat secara baik.

“Keadaan bersih, mesin bagus dan operator juga kita bekali dengan SOP supaya bisa melayani dengan profesional dan tetap ramah. Bagi yang membutuhkan penjemputan pasien untuk rawat inap bisa melalui aplikasi WhatsApp dengan nomor 0823 3277 9009” terang Niko.
drg. Sofan Solikin Direktur RS Muslimat NU Muna Anggita mengatakan, RS Muslimat NU terus berupaya menjadi lebih baik.
“Untuk masyarakat Bojonegoro dan sekitarnya,” terangnya.
Dokter Sofan yang juga Ketua KAUJE Korda Bojonegoro itu juga mengatakan, sebagai rumah sakit milik Nadhlatul Ulama (NU), dirinya berupaya untuk bisa membuat Nahdhiyin bangga dengan RS Muslimat NU Muna Anggita.
Awak media jagatsembilan.com bertanya kepada salah satu keluarga pasien rawat inap yang memanfaatkan layanan gratis ambulan RS Muslimat NU Muna Anggita.
“Layanan RS Muslimat NU Muna Anggita sangat bagus. Tadi saya nelpon gak sampai setengah jam, ambulan sudah sampai rumah,” terang Parkun salah satu keluarga pasien rawat inap.
Parkun menerangkan, setelah sampai di RS, tidak sampai satu jam sudah mendapatkan kamar.
“Tadi langsung dicek dan langsung mendapatkan kamar. Luar biasa baik layanannya,” terang Parkun.
Parkun juga menerangkan, dirinya pernah mengobatkan anaknya di RS Muslimat NU Muna Anggita.
“Saat itu pusar anak saya mengembang. Tidak sampai 24 jam langsung dioperasi dan sembuh sampai sekarang,” cerita Parkun.














