Hari Pertama Usai Libur Idul Fitri, Bupati dan Wabup Bojonegoro Gelar Halal Bihalal Bersama ASN

Hari Pertama Usai Libur Idul Fitri, Bupati dan Wabup Bojonegoro Gelar Halal Bihalal Bersama ASN

JagatSembilan.com | Bojonegoro – Mengawali hari pertama kerja usai libur dan cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono dan Wakil Bupati Nurul Azizah menggelar acara halal bihalal bersama seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Acara ini dilaksanakan di halaman Pendopo Malowopati dan dirangkaikan dengan apel perdana pasca-libur Lebaran.

Dalam sambutannya, Bupati Setyo Wahono menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri 1446 H kepada seluruh jajaran ASN. Ia mengingatkan pentingnya menjaga amanah dalam melayani masyarakat. Bupati menegaskan bahwa era kesombongan dan arogansi sudah usai. Kini saatnya fokus bekerja profesional, memberikan pelayanan terbaik, serta menjawab kebutuhan dan keresahan masyarakat secara konkret.

“Perencanaan dan pelaksanaan anggaran harus berbasis kebutuhan rakyat, bukan berdasarkan keinginan pimpinan. Setiap kebijakan harus dirancang bersama karena masing-masing kita punya kelebihan dan kekurangan,” ungkap Bupati Wahono.

Ia juga menambahkan bahwa semua ASN perlu menjaga integritas, profesionalitas, dan mentaati peraturan yang berlaku. “Sebagai ASN, kita harus sadar bahwa kita terus diawasi publik. Mari wujudkan pelayanan publik yang berbasis target dan kebutuhan masyarakat,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah dalam arahannya menyampaikan perkembangan beberapa program penting. Di antaranya, program quick win 100 hari kerja yang saat ini memasuki hari ke-49. Ia menekankan bahwa sisa waktu 51 hari ke depan harus dimaksimalkan untuk menyelesaikan program tersebut.

Wabup juga mengumumkan pembaruan tagline daerah yang kini menjadi “Bojonegoro Bahagia, Makmur, dan Membanggakan” sebagai bentuk semangat baru dalam pelayanan publik. Ia menyoroti pentingnya efisiensi berbasis kinerja, termasuk penyerapan anggaran yang dikaitkan langsung dengan kualitas pelayanan.

Menariknya, Bojonegoro menjadi satu-satunya kabupaten di tahun 2025 yang berani menaikkan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP). “Namun, kenaikan ini harus diimbangi dengan kinerja yang maksimal,” tegasnya.

Terakhir, Wabup Nurul mengingatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menciptakan satu inovasi unggulan sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap kemajuan daerah. “Mari kita sukseskan program prioritas Bapak Bupati, utamanya penuntasan kemiskinan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *