Oleh: drg. Sofan Solikin
Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang diperingati setiap 2 Mei bukan hanya seremonial tahunan. Di Kabupaten Bojonegoro, momen ini seharusnya menjadi titik refleksi atas peran vital pendidikan dalam mendorong pembangunan manusia.
Apalagi, saat ini Pemkab Bojonegoro tengah berupaya keras meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang masih di bawah rata-rata Provinsi Jawa Timur.
Sebagai daerah yang kaya sumber daya alam, Bojonegoro memiliki peluang besar menjadi wilayah yang maju secara ekonomi dan sosial. Namun, kualitas sumber daya manusianya belum sepenuhnya optimal.
Salah satu penyebab utamanya adalah belum meratanya kualitas dan akses pendidikan, terutama di wilayah pinggiran seperti Kecamatan Sekar, Margomulyo, hingga Tambakrejo.
Tantangan dan Upaya yang Ada
Di daerah-daerah tersebut, keterbatasan guru, fasilitas pendidikan, dan akses transportasi masih menjadi tantangan harian. Kondisi ini menunjukkan pentingnya kebijakan afirmatif dari pemerintah daerah, berbasis data dan berpihak pada wilayah tertinggal.
Sejumlah upaya telah dilakukan, seperti pemberian beasiswa daerah, peluncuran program Sekolah Penggerak, pengembangan SDM guru melalui Guru Penggerak, serta penguatan pendidikan gratis hingga jenjang SMA. Semua itu patut diapresiasi, namun tentu belum cukup.
Pendidikan: Investasi Masa Depan Bojonegoro
Momentum Hardiknas 2025 harus menjadi titik tolak untuk membangun sistem pendidikan Bojonegoro yang lebih inklusif, adaptif terhadap teknologi, dan berorientasi masa depan.
Pendidikan bukan proyek jangka pendek, melainkan investasi jangka panjang untuk membentuk karakter, kapasitas, dan kompetensi generasi muda.
Jika ingin IPM meningkat secara berkelanjutan, maka sektor pendidikan harus menjadi prioritas utama dalam kebijakan pembangunan daerah.
Karena masa depan Bojonegoro tidak ditentukan oleh kekayaan alam semata, melainkan oleh kualitas manusia yang lahir dari ruang-ruang kelas hari ini.
Penulis adalah drg. Sofan Solikin Direktur RS Muslimat NU Muna Anggita. drg. Sofan Solikin juga personel Satkorwil Banser Jatim.













