Ribuan Jamaah Larut dalam Nyambung Roso, Nyadong Berkah Bersama Majelis Mata Basah

Khitmat pelaksanaan Nyambung Roso Nyadong Berkah Mata Basah

JagatSembilan.com | Bojonegoro – Lautan manusia memadati halaman Makam Masyayikh Kendal, Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Bojonegoro, Minggu (20/07/2025). Mereka datang dari berbagai penjuru kabupaten untuk menghadiri acara bertajuk “Nyambung Roso, Nyadong Berkah”, yang digelar oleh Majelis Taklim Babus Sa’adah (Mata Basah).

Kirim Doa untuk Para Almarhum, Jamaah Larut dalam Suasana Khusyuk

Ribuan jamaah larut dalam suasana haru dan kekhusyukan. Acara tersebut digelar sebagai bentuk tahlil akbar dan kirim doa untuk para almarhum Masyayikh Kendal, keluarga jamaah yang telah wafat, serta para donatur Majelis Mata Basah.

Sejak awal, suasana penuh takzim sudah terasa saat lantunan surah Al-Fatihah dan Yasin menggema, dilanjutkan tahlil yang dipimpin langsung oleh KH. Saifurrohmah Dimyathi, Pengasuh Majelis Mata Basah. Doa-doa pun mengalir tulus dari bibir para hadirin yang larut dalam getaran spiritual dan mata basah penuh harap.

Kegiatan akbar ini turut dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, seperti KH. Saifurrohmah Dimyati Pengasuh Majlis Mata Basah, Wakil Bupati Bojonegoro, Kapolres Bojonegoro, Rois Syuriah PCNU Bojonegoro, serta para pengasuh pondok pesantren ternama di Bojonegoro: Ponpes Abu Dzarrin, Ponpes Al Muniri, dan Ponpes Al Quzi. Kehadiran mereka semakin mengukuhkan kekuatan spiritual dan ukhuwah yang dibangun dalam acara ini.

Lantunan Sholawat dan Tilawah Memukau Hadirin

Sebelum tilawah utama dimulai, lantunan sholawat dibacakan oleh Agus Kholilurrahman dan Ustadz Mundzib Ibrahim, yang mengantarkan suasana batin hadirin menuju keheningan dan ketulusan.

Puncaknya adalah saat Sayid Dzulfikar Basyaiban Al Idrisi, Qori Internasional asal Sidoarjo, membacakan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Suaranya yang merdu menggema ke seluruh penjuru lokasi, menyentuh hati para jamaah. Banyak hadirin terdiam dalam haru, tak sedikit yang meneteskan air mata.

Majelis Taklim Mata Basah kembali meneguhkan eksistensinya sebagai ruang spiritual yang menyatukan umat dalam doa, dzikir, dan cinta. Acara ini tak hanya menghubungkan rasa, tetapi juga menjadi wadah menyalurkan harapan dan keberkahan untuk masyarakat Bojonegoro dan bangsa secara luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *