JagatSembilan.com | Bojonegoro – Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri) Bojonegoro resmi memulai pengabdian masyarakat melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Ngeper, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro. Acara pembukaan yang digelar di Balai Desa Ngeper berlangsung meriah dan penuh semangat kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat setempat, Kamis, (24/07/2025).
Sebanyak 15 mahasiswa hadir mengenakan almamater lengkap dan disambut hangat oleh Kepala Desa, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta warga sekitar. Kehadiran mahasiswa disambut antusias karena dinilai mampu mendorong pengembangan potensi lokal serta peningkatan kapasitas masyarakat.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Ngeper, Yudiono, S.H., menyampaikan rasa bangga atas kepercayaan Unugiri memilih Desa Ngeper sebagai lokasi KKN tahun ini. Ia menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh setiap program kerja mahasiswa demi terwujudnya kesejahteraan warga secara berkelanjutan.
Hal senada juga disampaikan oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Sahri, M.Pd. Beliau menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan warga dan menekankan pentingnya peran mahasiswa untuk tidak hanya mengabdi, tetapi juga belajar langsung dari masyarakat. “KKN bukan hanya soal memberi, tetapi juga tentang memahami kehidupan riil, menumbuhkan empati, inovasi, dan jiwa kepemimpinan,” ujarnya.
Kegiatan KKN ini akan berlangsung selama 30 hari, dengan sejumlah program unggulan, seperti pendampingan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), pengembangan UMKM lokal, pelatihan literasi digital, edukasi kesehatan dan pendidikan, penyuluhan pertanian, serta pemberdayaan pemuda dan ibu-ibu PKK.
Koordinator KKN, Fahmi, menyampaikan bahwa program yang disusun berangkat dari hasil observasi lapangan dan dialog langsung dengan warga. “Kami tidak datang membawa program jadi. Kami mendengar kebutuhan masyarakat lebih dulu agar hasilnya benar-benar relevan dan berdampak nyata,” ucapnya.
Warga Desa Ngeper pun menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN ini. Beberapa tokoh masyarakat menyatakan bahwa semangat dan energi yang dibawa mahasiswa mampu menghidupkan kembali kegiatan sosial, edukatif, dan pemberdayaan yang sempat redup. Sejumlah warga bahkan telah mendaftarkan diri mengikuti program pelatihan yang akan digelar.
Suksesnya acara pembukaan ini menjadi simbol awal sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan pembangunan desa. Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah, menandai dimulainya pengabdian mahasiswa sebagai mitra strategis masyarakat desa.













