JagatSembilan.com | Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) menggelar puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-41 tahun 2025, Jumat (8/8/2025), di Pendopo Malowopati Pemkab Bojonegoro.
Kegiatan ini dihadiri Wakil Bupati Bojonegoro, Ketua TP PKK Kab. Bojonegoro, kepala OPD terkait, Kepala Kantor Kementerian Agama Bojonegoro, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur wilayah Bojonegoro, jajaran kepala sekolah, Forum Anak Bojonegoro (FABO), serta peserta lomba dan undangan lainnya.
Kepala Dinas P3AKB Bojonegoro dalam laporannya menyampaikan bahwa peringatan HAN tahun ini mengangkat tema “Anak Hebat, Indonesia Kuat Menuju Indonesia Emas 2045”, yang menjadi momentum untuk mengkampanyekan pemenuhan hak anak, perlindungan dari kekerasan, dan pencegahan perkawinan usia anak.
Rangkaian Kegiatan HAN 2025
Peringatan HAN tahun ini diisi dengan berbagai kegiatan, antara lain:
- Penyusunan Suara Anak Bojonegoro oleh FABO pada 25 Juni 2025, yang berisi pendapat dan usulan anak untuk kebijakan pembangunan.
- Sosialisasi Serentak Pencegahan Kekerasan dan Perkawinan Anak pada 17–18 Juli 2025, menyasar 55 SLTP dan 39 SLTA Negeri di Bojonegoro pada masa MPLS.
- Lomba Video Pendek yang digelar 28 Juli–4 Agustus 2025 dengan tiga pilihan tema: Hentikan Kekerasan Sekarang, Stop Perkawinan Anak, dan Anak Cerdas Digital.
- Pada puncak acara, digelar lomba mewarnai untuk siswa SD kelas 2–4, pembacaan Suara Anak Bojonegoro, pentas tari dan budaya, serta penganugerahan penghargaan kepada sekolah dengan Standar Satuan Pendidikan Ramah Anak dan tim penyuluh terbaik.
Peserta dan Penampilan Seni
Tercatat 48 kelompok anak mengikuti lomba video pendek dan 84 anak mengikuti lomba mewarnai. Sejumlah penampilan seni juga memeriahkan acara, seperti hadrah dari MIN 1 Bojonegoro, Tari Api Kayangan dari SMPN 1 Balen, serta penampilan anak asuh Taman Penitipan Anak Sumberrejo binaan DP3AKB.
Puncak peringatan HAN ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran semua pihak bahwa perlindungan dan pemenuhan hak anak adalah investasi penting menuju generasi emas Indonesia.













