Koperasi Ngasem Gelar RAT Perdana dan Aksi Jogo Wono dalam Program Biru Langit Jambatan Tiung Biru

JagatSembilan.com | Bojonegoro – Koperasi Produsen Ngasem Maju Sejahtera menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) perdana dengan rangkaian kegiatan Aksi Jogo Wono dalam Program Biru Langit Jambaran Tiung Biru melalui Agrosilvopastura yang diinisiasi oleh Pertamina EP Cepu Zona 12 dan SKK Migas, Senin (28/7/2025). Kegiatan yang digelar di Kawasan Konservasi Petak 52-A1 Desa Ngasem ini juga menjadi bagian dari peringatan Hari Koperasi Nasional.

Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Desa Ngasem, Suhartono; Sekretaris Camat Ngasem, Winarto; Widodo, Kepala CDK wil Bojonegoro, Slamet Juwanto, ADM Perhutani KPH Bojonegoro; Yayuk Sri Yunani, perwakilan dari Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro; Edi Arto perwakilan PEPC serta tim IDFoS Indonesia.

Dalam RAT tersebut, Ketua Koperasi Moh. Gufron menyampaikan laporan pertanggungjawaban pengurus tahun buku 2024. Laporan tersebut diterima oleh anggota koperasi dengan sejumlah catatan evaluatif untuk perbaikan ke depan. Rapat juga menjadi forum diskusi bagi anggota dalam memperkuat rencana kerja serta strategi pengelolaan usaha pertanian dan peternakan berbasis hutan yang telah berjalan.

“LMDH Ngasem Barokah berperan dalam aspek sosial masyarakat sekitar hutan, sedangkan koperasi hadir secara khusus untuk mengelola usaha produktifnya. Melalui skema agrosilvopastura, koperasi saat ini tengah mengembangkan budidaya tanaman semangka dengan dukungan dari Pertamina EP Cepu Zona 12,” jelas Joko Hadi Purnomo, Ketua IDFoS Indonesia.

Ia menambahkan, “Koperasi ini baru terbentuk tahun lalu, dan kini sudah menyelenggarakan RAT perdana. Momentum ini menjadi titik awal yang baik untuk pertumbuhan koperasi ke depan. Semoga koperasi terus berkembang dan mampu memperkuat sinergi dalam pengelolaan kawasan hutan secara berkelanjutan.”

“Kegiatan ini adalah wujud transparansi dan akuntabilitas koperasi kepada anggotanya, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian,” ujar Yayuk Sri Yunani, S.E., perwakilan dari Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro Kabupaten Bojonegoro dalam sambutannya.

Aksi Jogo Wono menjadi simbol kepedulian anggota koperasi terhadap pelestarian lingkungan dan keberlanjutan usaha di kawasan hutan. Selain RAT dan aksi lingkungan, kegiatan ini menjadi momen reflektif bagi koperasi desa dalam mengukuhkan perannya sebagai motor penggerak ekonomi sekaligus pelindung kawasan hutan melalui kolaborasi multipihak termasuk Perhutani KPH Bojonegoro yang terus mendorong sinergi dalam pengelolaan kawasan hutan produktif melalui skema agrosilvopastura.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *