JagatSembilan.com | Bojonegoro – Setelah Pemkab Bojonegoro bersama Bea Cukai dan lintas sektor gencar menggelar Operasi Gempur Rokok Ilegal di sejumlah kecamatan, dukungan pun datang dari kalangan pekerja industri rokok. Ketua Pengurus Cabang (PC) Rokok Tembakau Makanan Minuman – Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (RTMM-SPSI) Kabupaten Bojonegoro, Anis Yuliati, menyatakan apresiasinya atas langkah tersebut.
Menurutnya, operasi ini menjadi angin segar bagi para buruh rokok yang bekerja di industri resmi untuk menghidupi keluarga.
“Kami sangat bangga berterima kasih atas kerja samanya dengan kami buruh rokok yang bekerja untuk menghidupi keluarga,” ujar Anis melalui ponselnya pada jagatsembilan.com, Jumat (22/8/2025).
Namun, Anis juga menyoroti kebijakan kenaikan cukai rokok yang dianggap memicu munculnya rokok ilegal di pasaran.
“Karena dengan tingginya cukai, pasar rokok melemah. Masyarakat tidak mampu membeli karena mahal, maka bermunculan rokok ilegal,” terangnya.
Operasi Gempur Rokok Ilegal di Bojonegoro melibatkan Satpol PP, Bea Cukai, TNI/Polri, dan sejumlah instansi terkait. Kegiatan ini digelar di berbagai kecamatan, termasuk Sumberrejo dan Kepohbaru, sebagai upaya menekan peredaran rokok tanpa pita cukai.












