JagatSembilan.com | Bojonegoro – Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMA Negeri 1 Kalitidu masa bakti 2025–2026 berlangsung dengan suasana demokratis, transparan, dan penuh antusiasme hari ini, Kamis (11/09/2025).
Menurut Yudi, salah seorang tenaga TU SMA Negeri 1 Kalitidu, pemilihan kali ini tidak hanya diikuti oleh para murid, melainkan juga melibatkan guru serta tenaga TU. “Seluruh warga sekolah ikut serta dalam pemilihan ini, mulai dari siswa, bapak-ibu guru, hingga staf TU. Hal ini membuat suasana lebih semarak sekaligus mendidik semua untuk berdemokrasi secara nyata,” ungkapnya.
Proses penghitungan suara berjalan menegangkan. Pada awal perhitungan, Paslon 02 sempat tertinggal dari Paslon 01. Namun, menjelang akhir rekapitulasi, Paslon 02 berhasil menyalip dan akhirnya keluar sebagai peraih suara terbanyak.
Dari total suara yang masuk, Paslon 01 atas nama Kharis Abrenda Rizky Pratama – Viona Lia Andriana mengumpulkan 372 suara, Paslon 02 Farel Laksamana Ro’uf – Mirza Khoirul Barqi Nur Zaeni memperoleh dukungan terbesar dengan 452 suara, sedangkan Paslon 03 Wahyu Sevita Anggraini – Andra Maulana Nasrudin meraih 86 suara.
Dengan hasil tersebut, Paslon 02 resmi menjadi Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMA Negeri 1 Kalitidu untuk periode 2025–2026.

Usai pengumuman hasil, Ketua OSIS terpilih, Farel Laksamana Ro’uf, menyampaikan rasa syukurnya atas dukungan dan kepercayaan dari seluruh pemilih.
“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh teman-teman, bapak-ibu guru, dan tenaga TU yang telah memberikan kepercayaan kepada saya dan Mirza. Kemenangan ini bukan hanya milik kami berdua, tetapi milik seluruh keluarga besar SMA Negeri 1 Kalitidu. InsyaAllah kami akan menjalankan amanah ini sebaik-baiknya dan berusaha membawa OSIS lebih aktif, kreatif, serta bermanfaat bagi semua,” tutur Farel.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Kalitidu, Darusman, berharap OSIS ke depan semakin solid dalam menjalankan peran organisasi.
“Semoga OSIS ke depan bisa menjalankan organisasi sesuai dengan AD/ART. Semakin maju dan semakin bisa menjadi wadah untuk menggodok calon-calon pemimpin,” pesannya.
Kegiatan pemilihan ini diapresiasi banyak pihak karena mampu menjadi sarana pembelajaran berdemokrasi secara nyata di lingkungan sekolah. Seluruh warga sekolah tidak hanya berperan sebagai pemilih, tetapi juga terlibat dalam rangkaian kegiatan mulai dari kampanye, hingga proses rekapitulasi suara.













