Pengurus Koperasi Serikat petani Tuban bagikan Kisah Sukses Berdasar Bukti di forum Organisasi Petani Nasional

JagatSembilan.com | Tuban – Pengurus Koperasi Serikat Petani Tuban (SPT), hadir dalam kegiatan Wrap Up dan Dialog Kebijakan Nasional yang diselenggarakan oleh Aliansi Petani Indonesia (API) bersama National Implementing Agency (NIA) program APFP-FO4A Asia. Acara tersebut berlangsung di Hotel Sahid Jaya Solo, Kota Surakarta, Jawa Tengah, pada 19–23 Oktober 2025.

Forum ini diikuti oleh berbagai koperasi dan kelompok tani dari seluruh Indonesia, seperti Koperasi Tresno Tani Appoli Boyolali, Metro Fish Marine Lamongan, dan Rumpon Ujung Kulon. Dari Koperasi Serikat Petani Tuban yang hadir adalah Wakhid Hasyim selaku Ketua dan Dartono selaku Manajer Koperasi Produsen.

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat dialog kebijakan multi pihak di sektor pertanian sekaligus menutup rangkaian program APFP-FO4A tahun 2025.

Dalam kegiatan itu, Dartono Manajer Koperasi Produsen berbagi kisah sukses Koperasi SPT Tuban yang berhasil mengembangkan rantai nilai benih padi terintegrasi—mulai dari pembibitan, pembinaan lapang, pembelian kolektif, pascapanen, sertifikasi, pengemasan, hingga distribusi ke pasar lokal dan nasional.

“Kunci keberhasilan kami adalah kemandirian petani dan model bisnis koperasi yang berkelanjutan. Dengan pendampingan dari API dan dukungan program Challenge Fund APFP, kami mampu meningkatkan produktivitas dan mutu benih padi sekaligus kesejahteraan anggota,” jelas Dartono.

Ia juga menjelaskan bahwa Koperasi SPT telah membeli 292 ton benih dari 300 petani di 16 desa, dengan omzet mencapai Rp2,43 miliar dan laba bersih Rp40 juta dalam periode 2024–2025. Peningkatan pendapatan petani mitra bahkan mencapai rata-rata Rp2,4 juta per rumah tangga, karena harga jual benih lebih tinggi dibandingkan gabah konsumsi.

“Selain peningkatan ekonomi, kami juga melibatkan perempuan dan pemuda dalam proses produksi dan digitalisasi pemasaran. Sekitar 30 persen perempuan dan 25 persen pemuda kini aktif di koperasi, termasuk dalam pengembangan e-commerce dan agrowisata benih,” tambah Dartono.

Dalam kesempatan yang sama Wakhid Hasyim Ketua Koperasi Serikat Petani Tuban mengatakan, kegiatan ini sangat penting karena menjadi wadah bagi para petani untuk menyuarakan aspirasi dan berbagi pengalaman dalam penguatan ekonomi berbasis koperasi.

“Kami berharap hasil dialog ini dapat menjadi dasar kebijakan yang lebih berpihak pada petani,” ujar Wakhid Hasyim.

Ia juga menambahkan, bahwa melalui kegiatan seperti ini, para petani bisa memperluas wawasan serta memperkuat kolaborasi lintas daerah.

“Koperasi Serikat Petani Tuban siap mendukung hasil dari forum ini dan terus berkomitmen meningkatkan kesejahteraan petani melalui kerja sama yang berkelanjutan,” imbuhnya.

Melalui praktik sukses tersebut, Koperasi SPT Tuban kini menjadi contoh nyata bagaimana koperasi petani dapat tumbuh mandiri, inovatif, dan berdaya saing. Wakhid berharap hasil dari forum nasional itu dapat memperkuat posisi petani dalam rantai pasok pangan dan mendorong kebijakan pertanian yang lebih berpihak kepada petani kecil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *