JagatSembilan.com | Bojonegoro – Dalam rangkaian Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2025, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) bersama seluruh Badan Otonom (Banom) NU di wilayah Bojonegoro menggelar serangkaian kegiatan bernuansa religius, sosial, dan ekologis. Puncak peringatan ditutup dengan Gebyar NU Kota Bojonegoro Bersholawat, yang dilaksanakan Minggu (02/11/2025) di tanah lapang Kelurahan Campurejo, Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro.
Acara berlangsung meriah dan penuh kekhidmatan, dihadiri ribuan jamaah Nahdliyin dari berbagai lapisan masyarakat. Lantunan sholawat dipimpin oleh Ustadz Mundzib Ibrahim, pelantun bersuara merdu asal Bojonegoro, yang berhasil menghadirkan nuansa religius dan penuh kesejukan. Kehadirannya menambah kekhusyukan jamaah dalam mengiringi doa dan pujian kepada Rasulullah SAW.
Hadir dalam kegiatan tersebut KH. Drs. Syaifudin Idris, Wakil Ketua PCNU Bojonegoro, para pengurus MWCNU Kota Bojonegoro, serta jajaran Banom NU seperti Ansor, Banser, Fatayat, Muslimat, IPNU-IPPNU, dan ISNU yang kompak mendampingi jalannya acara hingga selesai.
Ketua GP Ansor Kota Bojonegoro, Nur Kholis, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan HSN 2025 berlangsung selama tiga hari penuh dengan berbagai agenda edukatif dan hiburan bernuansa santri.
“Pada hari pertama, tanggal 31 Oktober, kami menggelar opening ceremony setelah lomba mewarnai yang diikuti seluruh TK dan RA se-Kecamatan Kota Bojonegoro. Malam harinya dilanjutkan dengan penyisihan lomba hadrah. Pada hari pertama juga ada penampilan pantomim untuk menghibur anak-anak yang sedang mengikuti lomba,” ujar Nur Kholis kepada JagatSembilan.com.
Ia melanjutkan, pada hari kedua, Sabtu (01/11/2025), kegiatan diisi dengan penampilan musik akustik dari sahabat-sahabat Ansor Kota Bojonegoro serta pembagian 1000 bibit pohon hasil kerja sama dengan Mangrove Center Tuban dan Polri. Malamnya, suasana semakin semarak dengan digelarnya grand final lomba hadrah.
“Sedangkan pada hari ketiga, tanggal 02 November, menjadi puncak acara dengan digelarnya Gebyar Sholawat oleh NU Kota Bojonegoro bersama seluruh Banom,” tambahnya.
Nur Kholis menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa peringatan HSN tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi ajang memperkuat kreativitas santri, menghidupkan tradisi seni hadrah, sekaligus menumbuhkan kesadaran ekologis di tengah masyarakat.
Perwakilan Mangrove Center, Malik, menyampaikan apresiasinya terhadap sinergi antara NU Kota Bojonegoro dan seluruh Banomnya.
“Kami sangat mendukung gerakan ekologis yang digagas NU Bojonegoro. Semangat menanam pohon adalah bentuk nyata kepedulian terhadap bumi dan masa depan generasi,” ungkap Malik.














