LAZISNU PCNU Tuban Susun RKAT 2026, Tutup dengan Bantuan untuk Pondok Al Khoziny

JagatSembilan.com | Tuban – Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) PCNU Tuban menyelesaikan penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) 2026 yang digelar melalui lima klaster wilayah. Kegiatan ini menjadi upaya memperkuat tata kelola lembaga dan memastikan program zakat, infak, dan sedekah berjalan efektif di seluruh kecamatan. Minggu (09/11/2025).

Penutupan kegiatan disertai dengan penyaluran infak kemanusiaan senilai Rp31.216.500 kepada Pondok Pesantren Al Khoziny Tambakboyo, yang baru saja mengalami musibah. Dana dihimpun oleh UPZIS NU CARE LAZISNU MWCNU Tambakboyo dari warga setempat.

“RKAT ini merupakan komitmen menjalankan organisasi secara MANTAP — Modern, Akuntabel, Transparan, Amanah, dan Profesional,” ujar Joko Hadi Purnomo, Ketua LAZISNU PCNU Tuban.

Perencanaan Bertahap dan Isu Prioritas

Tahap pertama diselenggarakan 12 Oktober 2025 di Merakurak dengan isu utama kesehatan dan pemberdayaan ekonomi mustahik. Selanjutnya Widang (19 Oktober) fokus pada layanan kesehatan dan masyarakat produktif. Parengan (26 Oktober) menyoroti pendidikan dan ekonomi keluarga miskin. Singgahan (2 November) membahas mobil siaga dan pengumpulan zakat.
Tahap terakhir di Tambakboyo (9 November) mengkaji revitalisasi UPZIS tingkat PRNU dan penguatan tata kelola.

“Penyusunan RKAT ini langkah tepat memperkuat layanan LAZISNU kepada masyarakat,” ujar Nurul Mubtadiin, Manajer Area UPZIS Tambakboyo.

Arah Program 2026

LAZISNU Tuban menetapkan lima prioritas kerja:
1. Pendidikan (25%) – Beasiswa, bantuan alat sekolah, insentif guru TPQ/Madin.
2. Kesehatan (25%) – Layanan mobil sehat dan pengobatan masyarakat.
3. Ekonomi (25%) – Modal usaha, pelatihan, peralatan kerja.
4. Sosial-keagamaan (20%) – Santunan dhuafa, dakwah, kegiatan sosial.
5. Lingkungan (5%) – Instalasi air bersih dan penghijauan.

Tantangan dan Catatan Kritis

Meski perencanaan disusun partisipatif, pengumpulan zakat dan infak masih belum optimal. Beberapa UPZIS tingkat ranting juga belum aktif.
Kendala ini menjadi fokus perbaikan LAZISNU pada 2026 agar lembaga semakin profesional dan berdampak luas.

“Kami ingin memastikan setiap rupiah zakat dan infak memberi manfaat nyata,” ujar Joko.

Simbol Solidaritas

Penyaluran infak ke Pondok Al Khoziny menjadi penutup yang sarat makna. Di tengah penyusunan anggaran, aksi nyata kemanusiaan itu menunjukkan bahwa LAZISNU Tuban tidak hanya merencanakan, tetapi juga bergerak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *