“Mancing Bersarung”, Cara PCNU Bojonegoro Rayakan HSN 2025 dengan Penuh Kebersamaan

JagatSembilan.com | Bojonegoro – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bojonegoro menggelar kegiatan mancing bersama yang dikemas unik dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2025. Acara berlangsung meriah di Kolam Pancing Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri), Jl. Jend. Ahmad Yani No. 10 Bojonegoro.

Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pengurus PCNU Bojonegoro, seluruh lembaga di bawah naungannya, badan otonom (Banom) tingkat cabang, serta Pengurus MWCNU se-Kabupaten Bojonegoro. Sejak pagi, suasana penuh keakraban tampak menyelimuti area kolam pancing.

Yang membuat agenda tahun ini berbeda adalah kewajiban bagi seluruh peserta untuk memakai sarung saat memancing. Pemandangan para pengurus, kader Banom, hingga tokoh NU yang memancing sambil bersarung menghadirkan nuansa khas nahdliyin yang hangat dan penuh kekeluargaan.

Kasatkorcab Banser Bojonegoro, Moh. Muhtadin, menyampaikan apresiasi sekaligus harapannya terhadap kegiatan tersebut.

“Selain memperingati Hari Santri, kegiatan ini menjadi ajang mempererat kekompakan antarstruktur NU. Tradisi bersarung yang diwajibkan panitia juga menjadi simbol identitas dan kekhasan warga nahdliyin yang harus selalu kita jaga.”

Moh. Muhtadin menilai kegiatan mancing bersama ini merupakan sarana yang efektif untuk memperkuat soliditas antara banom, lembaga, dan pengurus NU di berbagai tingkatan. Ia menegaskan bahwa tradisi bersarung bukan hanya seremonial, tetapi cerminan nilai-nilai ke-NU-an yang perlu terus dirawat oleh seluruh kader.

Menambah keseruan acara, panitia menebar 10 ekor ikan berpita di dalam kolam. Peserta yang berhasil menangkap ikan berpita langsung mendapatkan doorprize sebagai pemancing paling beruntung. Sorak sorai dan tepuk tangan pecah setiap kali ikan berpita berhasil diangkat, menjadikan peringatan HSN 2025 terasa semakin hangat dan penuh kebahagiaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *