Pengurus Federasi Savate Bojonegoro Resmi Dilantik, Targetkan Organisasi Solid dan Berprestasi

Pelantikan pengurus dan Rakercab Federasi Savate Indonesia Kabupaten Bojonegoro periode 2026–2031.
Pengurus Federasi Savate Indonesia Kabupaten Bojonegoro mengikuti kegiatan pelantikan dan Rapat Kerja Cabang periode 2026–2031, Sabtu (17/10/2026).

JagatSembilan.com | Bojonegoro – Federasi Savate Indonesia Kabupaten Bojonegoro periode 2026–2031 resmi dilantik di Kantor Koni Bojonegoro pada Sabtu (17/10/2026). Melalui pelantikan yang dirangkai dengan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) tersebut, kepengurusan baru menargetkan organisasi yang semakin solid, memperkuat pembinaan atlet, serta melahirkan prestasi yang dapat mengharumkan nama Kabupaten Bojonegoro di tingkat regional maupun nasional.

Kegiatan ini menjadi langkah awal bagi kepengurusan yang dipimpin Darsono, S.Pd., untuk memperkuat organisasi sekaligus mengembangkan olahraga Savate di Kabupaten Bojonegoro. Rakercab juga menjadi forum untuk menyusun program kerja dan menentukan prioritas pembinaan selama periode kepengurusan 2026–2031.

Acara tersebut dihadiri Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bojonegoro, Drs. Sahari, MM, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dinpora) Bojonegoro, Arief Nanang Sugianto, S.STP., MM, serta Ketua Umum Federasi Savate Indonesia Provinsi Jawa Timur, Haris Fadillah.

Ketua terpilih Federasi Savate Indonesia Kabupaten Bojonegoro, Darsono, S.Pd., menyampaikan bahwa pelantikan dan Rakercab menjadi momentum penting untuk meneguhkan komitmen pengurus, menyatukan visi, serta merumuskan program kerja yang terarah demi kemajuan olahraga Savate di Bojonegoro.

“Melalui pelantikan ini, para pengurus diharapkan mampu menjalankan amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab, profesionalisme, dan semangat kebersamaan. Kepengurusan baru juga diharapkan dapat membangun koordinasi yang solid serta memperluas pembinaan atlet Savate, khususnya di kalangan generasi muda,” tegas Darsono

Menurutnya, pengurus baru diharapkan mampu menjalankan amanah organisasi secara profesional dan membangun koordinasi yang kuat. Perluasan pembinaan atlet, khususnya dari kalangan generasi muda, menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas dan daya saing olahraga Savate di Bojonegoro.

Ketua KONI Kabupaten Bojonegoro, Drs. Sahari, MM, menegaskan bahwa pelantikan bukanlah akhir dari perjuangan organisasi, melainkan awal untuk merealisasikan program kerja yang terarah dan berkelanjutan.

“Dengan terbentuknya cabor ini kami harapkan sebagai wadah implementasi potensi generasi muda di ranah prestasi pencak silat. Dari 28 kecamatan di Wilayah Kabupaten Bojonegoro kalau bisa terbentuk kepengurusan nya agar semua jelas dan terarah dalam menjalankan program dan rekrutmen para atlit atletnya, minimal bisa memberikan Juara Medali Emas Untuk Kabupaten Bojonegoro di event provinsi dan nasional,” kata Ashari

Ia berharap pembentukan kepengurusan dapat menjangkau 28 kecamatan di Kabupaten Bojonegoro. Dengan struktur organisasi yang lebih luas dan terarah, proses perekrutan atlet serta pembinaan prestasi diharapkan dapat berjalan secara optimal.

Sementara itu, Kepala Dinpora Bojonegoro, Arief Nanang Sugianto, S.STP., MM, menyampaikan bahwa pelantikan dan Rakercab merupakan forum strategis untuk merumuskan program prioritas organisasi selama periode 2026–2031.

Program kerja yang disusun diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembinaan atlet, memperkuat kapasitas pelatih dan perangkat pertandingan, serta mendorong penyelenggaraan kompetisi secara berkelanjutan.

Ia juga berharap Federasi Savate Indonesia Kabupaten Bojonegoro dapat memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, KONI, lembaga pendidikan, komunitas olahraga, dan berbagai pihak terkait untuk menciptakan ekosistem pembinaan olahraga yang lebih baik.

Ketua Umum Federasi Savate Indonesia Provinsi Jawa Timur, Haris Fadillah, turut berharap pelantikan dan Rakercab menjadi awal kerja nyata dan kolaborasi seluruh elemen organisasi dalam memajukan olahraga Savate di Bojonegoro.

“Dengan terbentuknya cabor baru ini harus bisa menjadi wadah pada kalangan pemuda hari ini untuk mengimplementasikan potensi di bidang olah raga Pencak Silat agar terarah dalam pengembangan dan penerapan kemampuan. Bukan malah menjadi problem di tengah masyarakat,” tegas Haris

Haris juga menyoroti agenda Porprov Savate yang direncanakan berlangsung pada 2027. Ia berharap Bojonegoro mampu mempersiapkan atlet secara optimal dan menjadi salah satu daerah percontohan pengembangan Savate di Jawa Timur.

Selain mendorong pencapaian prestasi maksimal, ia juga menyampaikan harapan agar Bojonegoro dapat menjadi tuan rumah Porprov Savate 2027 apabila memungkinkan.

Melalui kepengurusan periode 2026–2031, Federasi Savate Indonesia Kabupaten Bojonegoro diharapkan semakin solid dalam menjalankan program organisasi, memperluas pembinaan atlet, serta mencetak atlet potensial yang mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional.

Penguatan organisasi ini menjadi bagian dari upaya menjadikan olahraga Savate sebagai wadah positif bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan, menyalurkan minat olahraga, dan meraih prestasi yang membanggakan bagi Kabupaten Bojonegoro.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *