JagatSembilan.com | Bojonegoro -Pelaksanaan Golden PKD dan Diklatsar Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan Kasiman tidak hanya difokuskan pada penguatan kaderisasi, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sarana promosi dan pemberdayaan potensi ekonomi lokal. Dalam kegiatan yang berlangsung pada 19–21 Desember 2025, setiap narasumber menerima cinderamata berupa souvenir kerajinan kayu jati hasil karya perajin lokal Kecamatan Kasiman.
Souvenir tersebut diproduksi oleh perajin dari sentra kerajinan kayu jati di Desa Batokan, Desa Betet, dan Desa Sambeng. Kerajinan kayu jati dari wilayah ini telah berkembang secara turun-temurun dan menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat desa. Produk yang dihasilkan beragam, mulai dari souvenir, peralatan rumah tangga, hingga produk dekoratif bernilai seni, yang sebagian besar memanfaatkan kayu jati lokal secara efisien dan berkelanjutan.
Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Kasiman, Lulus Harka, menyampaikan bahwa pemilihan kerajinan kayu jati sebagai cinderamata merupakan upaya konkret mengintegrasikan kegiatan kaderisasi dengan pemberdayaan ekonomi umat.
“Melalui momentum kaderisasi ini, kami ingin menghadirkan manfaat yang lebih luas, tidak hanya bagi kader Ansor, tetapi juga bagi pelaku usaha dan perajin lokal,” ujarnya.
Koordinator Wilayah Pantura Raya Kaderisasi PW GP Ansor Jawa Timur, Ahsanul Amilin, melihat pentingnya peran generasi muda dalam menjaga dan mewariskan kekayaan sumber daya alam Bojonegoro. Menurutnya, Bojonegoro memiliki sumber daya alam yang melimpah, mulai dari industri migas hingga kayu jati. Ini adalah aset berharga yang layak diwariskan, terutama kepada generasi muda yang terdidik. Gerakan Pemuda Ansor, khususnya di Kecamatan Kasiman menunjukkan usahanya menjadi kader muda yang kokoh dalam keimanan.
“Juga kuat dalam jejaring dan kepedulian terhadap potensi daerah,” tandasnya.
Salah satu perajin yang terlibat dalam penyediaan cinderamata tersebut adalah Rizki Aprilianto, pemilik Karya Jati sekaligus anggota Pengurus Ranting GP Ansor Desa Sambeng. Selain aktif dalam organisasi, Rizki juga menekuni usaha kerajinan kayu jati yang ia kembangkan bersama masyarakat di lingkungannya.
“Ini sebagai ikhtiar pembuktian bahwa karya pemuda Ansor memiliki nilai dan layak diperkenalkan dalam forum-forum resmi,” ujarnya.
Melalui inisiatif ini, PAC GP Ansor Kasiman berharap ke depan setiap kegiatan organisasi dapat terus dikolaborasikan dengan potensi desa, sehingga kaderisasi tidak hanya melahirkan kader ideologis, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi dan penguatan usaha masyarakat lokal.













