PBG akan Dihidupkan Kembali, Ini Kata Ketua Pergunu Bojonegoro

JagatSembilan.com | Bojonegoro – Pusat Belajar Guru (PBG) Kabupaten Bojonegoro dipastikan akan dihidupkan kembali sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan daerah. Wacana tersebut mengemuka dalam podcast yang digelar oleh Dewan Jegrank, Selasa (20/01/2026), dengan menghadirkan sejumlah pemangku kepentingan pendidikan.

Ketua PC Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Bojonegoro, H. Ahmad Suprayetno, menegaskan bahwa pengaktifan kembali PBG menjadi kebutuhan strategis untuk menjawab tantangan kualitas guru dan tenaga kependidikan di Bojonegoro.

“PBG harus menjadi pusat peningkatan mutu guru dan tenaga kependidikan. Di sana guru tidak hanya belajar metode mengajar, tetapi juga merumuskan kebijakan berbasis data pendidikan daerah,” ujar H. Ahmad Suprayetno.

Ia menjelaskan, kebangkitan PBG tidak bisa dilepaskan dari penguatan tata kelola pendidikan. Menurutnya, peran Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, dan satuan pendidikan harus diperkuat melalui sinergi yang jelas dan berkelanjutan.

“Pengelolaan pendidikan harus dilakukan bersama. Sinergi antara APBD, dana BOS, serta partisipasi masyarakat sangat penting agar PBG benar-benar berjalan dan berdampak,” tegasnya.

Dalam podcast tersebut juga dibahas berbagai inovasi yang dapat dikembangkan melalui PBG. Ahmad Suprayetno menekankan pentingnya inovasi pembelajaran berbasis kearifan lokal Bojonegoro, agar pendidikan tetap kontekstual dan relevan dengan lingkungan peserta didik.

Selain itu, pemanfaatan pembelajaran digital dan penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) secara sederhana di sekolah maupun madrasah dinilai perlu diperkenalkan kepada para guru.

“Guru harus mulai dikenalkan dengan digital learning dan AI sederhana. Ini bukan untuk menggantikan peran guru, tetapi sebagai alat bantu agar pembelajaran lebih efektif,” jelasnya.

Ia juga mendorong lahirnya model best practice dari sekolah dan madrasah unggul yang dapat direplikasi, termasuk inovasi penguatan karakter dan nilai-nilai keislaman, khususnya di lingkungan madrasah.

Secara tidak langsung, Ketua PC Pergunu Bojonegoro itu menilai PBG dapat menjadi ruang bersama untuk merumuskan arah pendidikan Bojonegoro ke depan. Melalui forum tersebut, diharapkan lahir kesepahaman dan komitmen kolektif antar pemangku kepentingan pendidikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *