Sambut Ramadan, PR GP Ansor Selorejo Gelar Rihlah Religi Ziarah Wali Jawa Timur

Kader GP Ansor Selorejo foto bersama di depan Masjid Agung Tuban sebelum ziarah wali
Kader dan anggota Majelis Sholawat Nariyah PR GP Ansor Desa Selorejo foto bersama di depan Masjid Agung Tuban sebelum memulai rangkaian rihlah religi ziarah Wali Jawa Timur dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1447 H, Minggu (1/2/2026).

JagatSembilan.com | Tuban – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 H, Pengurus Ranting (PR) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Desa Selorejo Kecamatan Baureno Kabupaten Bojonegoro menggelar kegiatan spiritual bertajuk “Ziarah Wali Jawa Timur”. Minggu (1/2/2026).

Kegiatan yang diikuti oleh puluhan kader dan anggota Majelis Sholawat Nariyah PR GP Ansor Selorejo ini bertujuan untuk memperkuat spiritualitas sekaligus meneladani perjuangan para pendahulu dalam menyebarkan agama Islam di Nusantara.

Rombongan berangkat dengan semangat satu komando, melintasi jalur pantai utara (Pantura) hingga berakhir di Jombang, menyambangi makam para Wali Songo serta tokoh-tokoh besar pendiri Nahdlatul Ulama.

Menapaki Jejak Dakwah Wali Songo

Destinasi pertama dimulai dari wilayah Tuban dan Lamongan. Para peserta mengawali ziarah di makam Raden Maqdum Ibrahim (Sunan Bonang) di Tuban. Di sini, suasana khidmat menyelimuti saat para kader melantunkan dzikir dan tahlil. Perjalanan berlanjut ke makam Maulana Ibrohim Asmoro Qondi, ayahanda dari Sunan Ampel, yang menjadi simbol kedatangan dakwah Islam awal di tanah Jawa.

Bergeser ke arah timur, rombongan menuju makam Raden Qosim (Sunan Drajad) di Lamongan, yang dikenal dengan filosofi luhurnya dalam menyantuni fakir miskin. Tak jauh dari sana, para kader juga menyempatkan diri bersimpuh di makam Syekh Maulana Iskhak di wilayah Kemantren, sosok ulama besar yang merupakan ayahanda dari Sunan Giri.

Memasuki wilayah Gresik, dua titik utama menjadi jujugan. Pertama adalah makam Syekh Maulana Malik Ibrahim (Sunan Gresik), yang diakui sebagai sesepuh Wali Songo, kemudian dilanjutkan ke bukit Giri untuk berziarah ke makam Raden Ainul Yaqin (Sunan Giri), sang raja sekaligus ulama yang pengaruh dakwahnya mencapai wilayah timur Nusantara.

Perjalanan spiritual di Surabaya mencapai puncaknya di makam Raden Rahmad (Sunan Ampel). Sebagai “Arsitek” penyebaran Islam di Jawa, makam Sunan Ampel menjadi titik refleksi bagi kader Ansor untuk memahami pentingnya dakwah yang santun dan inklusif.

Sowan ke Jombang: Mengetuk Pintu Langit Muassis NU

Setelah menyelesaikan rangkaian ziarah ke para Wali, rombongan bergerak menuju “Kota Beriman” Jombang untuk memberikan penghormatan kepada para pendiri Jam’iyyah Nahdlatul Ulama.

Tujuan pertama di Jombang adalah makam KH. Wahab Hasbullah di Tambakberas. Mbah Wahab merupakan sosok penggerak sekaligus inspirasi utama berdirinya Gerakan Pemuda Ansor. Ziarah ini menjadi momen emosional bagi para kader untuk menyerap spirit kemandirian dan keberanian sang penggerak.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan ziarah ke makam Hadrotussyeikh KH. Hasyim Asy’ari di Kompleks Pemakaman Pesantren Tebuireng. Di depan makam Sang Maha Guru, para peserta melaksanakan tahlil akbar, memohon keberkahan agar senantiasa istiqomah dalam menjaga agama dan bangsa.

Pernyataan Ketua PR GP Ansor Selorejo

Ketua Pengurus Ranting Gerakan Pemuda Ansor Desa Selorejo, Sahabat Muhammad Chusnul Fuad, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar perjalanan wisata religi biasa, melainkan agenda rutin yang memiliki akar kuat dalam tradisi organisasi di tingkat ranting.

“Kegiatan ini adalah rutinitas anggota Sholawat Nariyah PR GP Ansor Selorejo di dalam menyambut bulan suci Ramadan. Kami ingin anggota tidak hanya sibuk dengan urusan duniawi, tetapi juga memiliki waktu untuk mencharger semangat spiritual melalui tawasul kepada para kekasih Allah,” ujar Sahabat Fuad di sela-sela kegiatan.

Ia juga menambahkan bahwa ziarah ini merupakan bentuk upaya menjaga sanad keilmuan dan perjuangan agar tetap tersambung kepada para guru dan wali. “Dengan berziarah, kita diingatkan akan kematian dan perjuangan berat para Wali dan Muassis NU. Harapannya, setelah pulang dari sini, semangat ber-Ansor para sahabat semakin membara menyambut bulan suci,” imbuhnya.

Mempererat Ukhuwah Antar Kader

Selain dimensi spiritual, kegiatan ini terbukti efektif mempererat tali silaturahmi (ukhuwah) antar anggota. Sepanjang perjalanan, canda tawa dan diskusi mengenai program kerja organisasi mengalir hangat, menciptakan kekompakan yang solid di tubuh PR GP Ansor Selorejo.

Masyarakat Desa Selorejo pun menyambut baik kegiatan positif ini. Keberangkatan rombongan dilepas dengan doa bersama oleh tokoh agama setempat, berharap agar anggota mendapatkan keberkahan dan perlindungan dalam menjalankan tugas-tugas organisasi ke depan.

Dengan selesainya rangkaian ziarah ini, PR GP Ansor Desa Selorejo kini bersiap memasuki bulan Ramadan dengan hati yang bersih dan semangat baru untuk mengabdi kepada umat melalui berbagai kegiatan sosial dan keagamaan di desa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *