Masjid Al Biru Pertiwi Gelar Megengan dan Doa Bersama, Banser Dander Bantu Pengamanan

Suasana megengan dan doa bersama di Masjid Al Biru Pertiwi Dander dengan pengamanan Banser
KH. Anwar Zahid menyampaikan tausiyah dalam kegiatan Megengan dan Doa Bersama di Masjid Al Biru Pertiwi Desa Dander, Kamis (12/2/2026). Banser Dander turut melakukan pengamanan acara.

JagatSembilan.com | Bojonegoro – Masjid Al Biru Pertiwi Desa Dander, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro menggelar kegiatan Megengan dan doa bersama pada Kamis (12/02/2026) mulai pukul 18.00 WIB hingga 23.30 WIB . Kegiatan yang dilaksanakan di halaman masjid tersebut berlangsung khidmat dengan dihadiri tokoh agama, unsur Forkopimca, serta masyarakat sekitar.

Megengan yang menjadi tradisi menyambut bulan suci Ramadan itu diisi dengan tausiyah dan doa bersama. Hadir sebagai pembicara KH. Anwar Zahid. Turut hadir Keluarga Santoso selaku pendiri Masjid Al Biru Pertiwi, KH. Maimun Syafi’i selaku Rois Syuriah PCNU Bojonegoro.

Nampak hadir juga ada K. Jauharul Ma’arif selaku Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri), Drs. Syaifudin Idris Wakil Ketua PCNU Bojonegoro, Dr. Yogi Prana Izza Ketua ISNU Bojonegoro, unsur Forkopimca Dander, Banser Dander, serta ribuan masyarakat umum.

Banser Dander saat apel jelang pengaman Megengan dan Doa Bersama Masjid Al Biru

Untuk memastikan kegiatan berjalan tertib dan aman, sebanyak 21 anggota Banser Satkoryon Dander diterjunkan ke lokasi. Mereka melaksanakan pengaturan lalu lintas kendaraan, mengarahkan jamaah, serta melakukan pengamanan di area kegiatan.

Kehadiran Banser terlihat sejak sebelum acara dimulai. Petugas membantu mengurai kepadatan kendaraan di sekitar halaman masjid dan memastikan akses keluar-masuk jamaah tetap lancar.

Kasatkoryon Banser Dander, Fatkhul Ulum, menegaskan bahwa pengamanan tersebut merupakan bagian dari komitmen Banser dalam mengawal kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan.

“Kami dari Banser Dander hadir untuk memastikan kegiatan Megengan dan doa bersama ini berjalan aman, tertib, dan lancar. Pengamanan ini adalah bentuk khidmah kami kepada ulama, masyarakat, dan Nahdlatul Ulama,” ujar Fatkhul Ulum.

Ia menambahkan, sinergi antara panitia, Banser, dan unsur Forkopimca menjadi kunci suksesnya pelaksanaan kegiatan yang dihadiri banyak jamaah tersebut.

Dengan pengamanan yang terkoordinasi, rangkaian Megengan dan doa bersama di Masjid Al Biru Pertiwi berlangsung kondusif hingga acara selesai. Tradisi ini diharapkan semakin mempererat ukhuwah islamiyah serta memperkuat semangat kebersamaan masyarakat dalam menyambut bulan Ramadan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *