Kreativitas Pemuda Kedungadem, Dafit Kris Biantoro Kembangkan Ojek Online Berbasis WhatsApp Both AI “Kangjek”

Dafit Kris Biantoro bersama mitra Kangjek ojek online berbasis WhatsApp di Kedungadem Bojonegoro
Gambar ilustrasi layanan ojek online berbasis WhatsApp Both AI yang dikembangkan di Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro.

JagatSembilan.com | Bojonegoro – Kreativitas anak muda Bojonegoro kembali menunjukkan inovasi menarik. Dafit Kris Biantoro, pemuda asal Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, berhasil menciptakan layanan ojek online berbasis WhatsApp Both AI bernama “Kangjek” yang kini mulai membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar.

Berbeda dengan layanan ojek online pada umumnya yang menggunakan aplikasi khusus, Kangjek memanfaatkan WhatsApp Business Both AI dengan sistem menu otomatis yang memudahkan pelanggan dalam memesan layanan hanya melalui chat.

Untuk menggunakan layanan ini, masyarakat cukup mengirim pesan WhatsApp ke nomor +6282132524263 dengan mengetik “Menu”, maka secara otomatis akan muncul tampilan layanan Kangjek sebagai berikut:

🏍️ KANGJEK

────────────────────

Layanan lokal siap gerak

Selamat datang di layanan ojek online terpercaya untuk wilayah Kedungadem & Bojonegoro!

Pilih layanan:

1️⃣ 💰 Cek Ongkir

2️⃣ 🏍️ Ojek Motor

3️⃣ 🍕 Antar Makanan/Minuman

4️⃣ 📦 Antar/Ambil Barang

────────────────────

💡 Balas angka 1-4

🔄 Ketik MENU kapan saja

Melalui sistem tersebut, pelanggan dapat langsung memilih layanan sesuai kebutuhan. Bahkan biaya layanan akan langsung muncul dalam percakapan WhatsApp, sehingga konsumen dapat mengetahui tarif sejak awal pemesanan. Dengan demikian, pelanggan tidak perlu khawatir mengenai biaya karena sudah transparan sejak proses pemesanan.

Dafit Kris Biantoro founder Kangjek dengan kesibukannya
Dafit Kris Biantoro founder Kangjek dengan kesibukannya. Jumat (17/04/2026).

Dafit Kris Biantoro mengatakan, sebelum memulai usaha dirinya mengaku melakukan survei terlebih dahulu di masyarakat Kedungadem. Menurutnya, hal itu dilakukan untuk mengetahui sejauh apa kebutuhan masyarakat Kedungadem terhadap ojek online, lewat aplikasi atau lewat media lain.

“Karena faktanya saat itu banyak masyarakat yang enggan untuk install aplikasi baru, mereka lebih ingin yang simpel yakni WhatsApp,” terang Dafit. Jumat (17/04/2026).

Ia juga menerangkan, usaha Kangjek yang dirintisnya sudah berjalan selama tiga tahun dan mulai memberikan dampak ekonomi bagi mitra pengemudi.

“Usaha ini sudah berjalan sekitar tiga tahun. Sementara masih fokus di wilayah Kedungadem dulu dengan tiga mitra yang ada,” ujar Dafit yang juga Wakil Ketua Komite Ekraf Bojonegoro itu.

Ia juga mengungkapkan bahwa pendapatan mitra Kangjek cukup menjanjikan bahkan bisa melampaui Upah Minimum Regional (UMR).

“Saat ini tiga mitra itu dalam satu bulan pendapatannya bisa lebih dari UMR,” terang Dafit.

Dafit juga mengatakan, usaha Kangjek yang ia rintis tidak banyak makan potongan upah pada mitra. Tidak seperti operator lain, Dafit hanya meminta seribu rupiah sekali transaksi.

“Sejauh dan sebanyak berapapun upah yang diperoleh oleh mitra, saya hanya meminta seribu rupiah. Saya tidak main pemotongan berdasarkan prosentase, tapi seribu rupiah saja per transaksi. Jadi ini lebih banyak membantu mitra,” terang Dafit.

Menurutnya, karena banyak dampak positif pada mitra yang ada, pernah ada orang tua mitra yang mengirimkan makanan atau buah tangan kepadanya.

“Aku bilang ke mereka bahwa itu sudah rejeki mereka. Yang penting bisa kerjasama dan saling menjaga nama baik,” terangnya sambil senyum.

Ke depan, Dafit juga berencana mengembangkan layanan Kangjek ke kecamatan lain di Kabupaten Bojonegoro. Strategi yang akan dilakukan adalah melakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada masyarakat di wilayah yang dituju sebelum membuka layanan secara penuh.

Menurutnya, setelah sosialisasi dilakukan, pihaknya akan merekrut satu mitra terlebih dahulu untuk melihat perkembangan permintaan layanan.

“Jika satu orang sudah kewalahan, maka akan ditambah mitranya supaya masyarakat dapat menikmati layanan dan mitra juga puas dengan hasil yang maksimal,” jelas Dafit.

Dengan strategi bertahap tersebut, Dafit optimistis Kangjek dapat berkembang secara berkelanjutan sekaligus membuka peluang kerja baru bagi masyarakat di berbagai kecamatan di Kabupaten Bojonegoro.

Sementara itu, Ahmad Supriyanto Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro mengapresiasi inisiasi dari Dafit Kris Biantoro yang mampu memanfaatkan WhatsApp Both AI untuk menyelesaikan masalah, sekaligus menciptakan peluang kerja baru.

“Mas Dafit saya kenal dulu saat saya ajak buat aplikasi pemenangan untuk TIM Eko Wahyudi Anggota DPR RI, terus saya ajak di Tim Kami di Pilkada Bojonegoro kemarin,” kenang Ahmad Supriyanto yang juga Ketua DPD Golkar Bojonegoro itu.

Inovasi layanan ojek online berbasis WhatsApp bot ini menjadi contoh kreativitas pemuda daerah yang mampu menghadirkan solusi transportasi lokal sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat secara mandiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *