JagatSembilan.com | Bojonegoro – Keberhasilan Kabupaten Bojonegoro menempati posisi pertama sebagai daerah penghasil padi terbesar di Jawa Timur pada 2026 menjadi catatan bersejarah bagi sektor pertanian. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro, Zaenal Fanani, mengungkapkan bahwa capaian tersebut merupakan bagian dari perjalanan panjang untuk mewujudkan cita-cita melampaui Kabupaten Lamongan.
Zaenal menyebut, dalam dua tahun terakhir Bojonegoro berhasil mencatatkan dua pencapaian penting dalam persaingan produksi padi di Jawa Timur. Pada 2025, Bojonegoro berhasil melampaui Kabupaten Ngawi. Sementara pada 2026, giliran Kabupaten Lamongan yang berhasil dilewati.
“Alhamdulilah, berkat Pertolongan Allah kita sudah mengukir 2 sejarah besar, tahun 2025 kita mengalahkan NGAWI yang selama ini tidak pernah dikalahkan,” ungkap Zaenal melalui pesan WhatsApp. Selasa (3/11/2026).
Ia kemudian menyampaikan bahwa keberhasilan melampaui Lamongan pada 2026 memiliki makna tersendiri. Menurutnya, target tersebut merupakan cita-cita yang telah lama diharapkan dalam perjalanan pembangunan pertanian Bojonegoro.
“Tahun 2026 kita mengalahkan Lamongan. Ini cita cita sejak pak Yoto (Suyoto mantan Bupati.red), melampaui Lamongan,” lanjutnya.
Capaian tersebut sekaligus mengubah posisi Bojonegoro dalam peta produksi padi Jawa Timur. Zaenal mengungkapkan, sebelum berhasil menempati urutan pertama, Bojonegoro bahkan belum pernah sekalipun berada di posisi puncak.
Saat ditanya apakah Bojonegoro sebelumnya pernah menduduki peringkat pertama produksi padi di Jawa Timur, ia memberikan jawaban tegas.
“Tidak pernah sama sekali bahkan biasanya kita rangking ke 5,” jawabnya.
Berdasarkan angka sementara hasil Kerangka Sampel Area (KSA) amatan September 2026 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2 November 2026, produksi padi Bojonegoro mencapai 868,81 ribu ton Gabah Kering Giling (GKG).
Jumlah tersebut berasal dari luas panen sebesar 159,19 ribu hektare. Adapun estimasi produksi beras untuk konsumsi pangan penduduk mencapai 501,67 ribu ton.
Bojonegoro berhasil melampaui Kabupaten Lamongan yang mencatat produksi sebesar 852,19 ribu ton GKG dari luas panen 146,16 ribu hektare. Produksi beras Lamongan diperkirakan mencapai 492,07 ribu ton.
Dengan demikian, terdapat selisih produksi sekitar 16,62 ribu ton GKG antara Bojonegoro dan Lamongan berdasarkan angka sementara tersebut.
Meski demikian, capaian ini belum menjadi hasil akhir. Data produksi padi 2026 masih menunggu penetapan final yang dijadwalkan pada Februari 2027 mendatang.
Keberhasilan tersebut menjadi momentum penting bagi sektor pertanian Bojonegoro. Selain mempertahankan produktivitas lahan, tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi produksi agar posisi teratas yang telah diraih dapat dipertahankan.(Red)













