Bangun Dakwah Era Digital, Lazisnu Balen Gelar Pelatihan Branding

Pelatihan digital branding LAZISNU MWCNU Balen di Aula Masjid BSA Babussalam
Pengurus dan kader NU mengikuti Rapat Koordinasi dan Pelatihan Digital Branding yang digelar LAZISNU MWCNU Balen di Aula Masjid BSA Babussalam, Kedungbondo, Sabtu (9/5/2026).

JagatSembilan.com | Bojonegoro –  Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) MWCNU Balen menggelar kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) dan Pelatihan Digital Branding pada Sabtu Legi, 9 Mei 2026 bertempat di Aula Masjid BSA Babussalam, Gampeng, Kedungbondo, Balen. Kegiatan ini berlangsung meriah dan penuh antusias dengan diikuti ratusan peserta dari unsur pengurus ranting NU, pengurus LAZISNU ranting, serta badan otonom (Banom) NU se-Kecamatan Balen.

Mengusung tema “Sukses Dakwah dan Finansial di Era Digital”, kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat tata kelola organisasi sekaligus meningkatkan kemampuan pengelolaan media sosial dan branding digital di lingkungan Nahdlatul Ulama.

Ketua LAZISNU MWCNU Balen, Choirul Anam dalam sambutannya menyampaikan bahwa era digital menuntut organisasi untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan media sosial. Menurutnya, dakwah dan gerakan sosial keumatan saat ini tidak cukup hanya dilakukan secara konvensional, tetapi juga harus hadir secara aktif di ruang digital.

“Digital branding bukan sekadar membuat konten, tetapi bagaimana membangun kepercayaan publik, memperkuat citra organisasi, serta menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua MWCNU Balen, K. Ahmad Syakir memberikan pengarahan sekaligus membuka secara resmi kegiatan rakor dan pelatihan tersebut. Dalam arahannya, ia mengajak seluruh pengurus NU dan LAZISNU di tingkat ranting untuk terus meningkatkan soliditas organisasi dan memanfaatkan media digital sebagai sarana dakwah yang positif dan produktif.

“NU harus mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisi dan akhlakul karimah. Media sosial hari ini menjadi ruang dakwah yang sangat strategis,” tegasnya.

Kegiatan pelatihan digital branding menghadirkan narasumber Jamaludin Ahmad Husein, seorang praktisi media sosial di Bojonegoro yang dikenal aktif berbagi edukasi digital kreatif. Dalam sesi sharing, ia membagikan berbagai tips pengelolaan media sosial, strategi membuat konten yang menarik, membangun engagement, hingga pentingnya konsistensi dalam branding organisasi.

Peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Banyak peserta aktif berdiskusi dan bertanya mengenai pengelolaan media sosial organisasi, pembuatan konten dakwah digital, hingga strategi memperluas jangkauan publikasi kegiatan NU di tingkat ranting.

Selain menjadi forum koordinasi organisasi, kegiatan ini juga diharapkan mampu melahirkan kader-kader NU yang kreatif, adaptif, dan mampu memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung gerakan dakwah, sosial, dan pemberdayaan umat di era modern.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *