JagatSembilan.com | Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menggelar Rapat Koordinasi Tim Pembina dan Forum Kabupaten Sehat dalam rangka Pembinaan Kabupaten/Kota Sehat (KKS) Tingkat Provinsi Jawa Timur di Partnership Room Gedung Pemkab Bojonegoro Lantai 4, Senin (18/05/2026).
Dinkes Dorong Percepatan Upload Data Instrumen Penilaian
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro, Ninik Susmiati mengatakan, seluruh data instrumen penilaian Kabupaten Sehat yang sudah tersedia diharapkan segera diunggah guna meningkatkan indikator penilaian Bojonegoro.
“Diharapkan data instrumen penilaian dari Kabupaten Sehat yang sudah ada untuk diupload supaya indikator penilaian kita meningkat. Karena akan segera dilaporkan maksimal 30 Mei 2026,” ujarnya.
Guna efektifitas upload data instrumen penilaian Kabupaten Sehat Ninik Susmiati akan mengundang OPD atau stakeholder terkait dengan cara bergilir sesuai dengan Jobdesknya.
Menurutnya, kelengkapan data dan sinergi antar perangkat daerah menjadi bagian penting dalam mendukung proses verifikasi dan pembinaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Pemkab Targetkan Raih Predikat Lebih Tinggi
Sementara itu, Asda 1 Pemerintah Kabupaten Bojonegoro Kusnandaka menyampaikan bahwa saat ini Kabupaten Bojonegoro berada pada posisi Padapa dalam penilaian Kabupaten/Kota Sehat. Ia berharap capaian tersebut dapat meningkat pada penilaian tahun ini.
“Sekarang ini Kabupaten Bojonegoro pada posisi Padapa. Kami berharap Kabupaten Bojonegoro bisa Wiwerda atau bahkan Wistara,” katanya.

Forum Kabupaten Sehat Harapkan Dukungan Semua Pihak
Di sisi lain, Ketua Forum Kabupaten Sehat (FKS) Bojonegoro, drg. Sofan Solikin berharap adanya kerja sama yang baik dan dukungan dari seluruh pihak dalam menyukseskan proses penilaian Kabupaten/Kota Sehat.
Ia menekankan pentingnya keterlibatan aktif organisasi perangkat daerah (OPD) serta stakeholder terkait agar target Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dapat tercapai.
“Kerja sama yang baik dan dukungan semua pihak sangat diperlukan sehingga target dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terkait keberhasilan proses penilaian ini dapat tercapai. Terutama kerja sama aktif dari OPD terkait dan stakeholder terkait,” pungkas Pria yang juga Direktur RS Muslimat NU Muna Anggita itu.
Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai tindak lanjut surat dari Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur tanggal 15 April 2026 Nomor 440/1741/012/2026 tentang Penyampaian Pemberitahuan Pembinaan Kabupaten/Kota Sehat (KKS).
Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan melakukan verifikasi Kabupaten/Kota Sehat tingkat provinsi yang bersifat pembinaan sesuai dengan usulan kabupaten/kota pada tahun genap.














