JagatSembilan.com | Bojonegoro – Musibah kebakaran menimpa rumah milik Munari, anggota Banser Ranting Sumberagung, di Dusun Kebonagung, Desa Sumberagung RT 20, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Selasa malam sekitar pukul 23.00 WIB. Selasa (19/05/2026).
Kebakaran tersebut menghanguskan rumah beserta sejumlah barang di dalamnya. Di tengah kepanikan dan kesedihan akibat musibah itu, perhatian warga justru tertuju pada kesedihan mendalam yang dirasakan Munari terhadap seragam Banser miliknya yang ikut terbakar.
Menurut keterangan Moh Jayus Wakil Katib MWCNU Dander, Munari sempat menangis histeris usai melihat kondisi rumahnya. Namun, bukan kehilangan harta benda yang paling membuatnya terpukul, melainkan seragam Banser yang selama ini selalu ia gunakan dalam berbagai kegiatan organisasi.
“Pak Munari tadi malam menangis luar biasa. Tapi anehnya beliau bukan menangisi rumah dan isinya, melainkan karena seragam Bansernya ikut terbakar,” ujarnya melalui WhatsApp.
Moh Jayus juga mengatakan bahwa Munari dikenal sebagai sosok sederhana dan loyal terhadap kegiatan Nahdlatul Ulama maupun Banser.
“Pak Munari hidup sebatang kara dan serba kekurangan. Istrinya meninggal sekitar satu tahun lalu. Namun setiap ada acara Pengajian Rutin Muslimat – Fatayat Dander beliau sering hadir, walaupun usia beliau di Banser sudah tidak muda lagi,” kata Moh Jayus.
Ia juga menyebut, semangat pengabdian Munari menjadi teladan bagi kader-kader muda Banser di wilayah Dander. Meski hidup dalam keterbatasan, Munari tetap berusaha aktif mengikuti kegiatan organisasi dan hadir dalam berbagai agenda ke-NU-an.
Pengurus MWCNU Dander dan Banomnya merespon kejadian itu dengan menggalang donasi untuk Munari. Sejumlah anggota langsung mengisi list donasi.














