Gotong Royong Banser Berbuah Hasil, Rumah Munari Berdiri Berkat Donasi Warga NU Dander

Warga NU Dander menggelar doa bersama dan slametan di rumah baru Munari anggota Banser korban kebakaran
Pengurus MWCNU Dander, Banser, tokoh NU, dan masyarakat mengikuti slametan serta doa bersama di rumah baru Munari yang dibangun dari hasil donasi warga NU dan Banom se-Kecamatan Dander.

JagatSembilan.com | Bojonegoro – Upaya gotong royong yang dilakukan keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU) di Kecamatan Dander untuk membantu Munari, anggota Banser Ranting Sumberagung yang menjadi korban kebakaran, mulai membuahkan hasil. Rumah yang dibangun dari hasil donasi warga NU dan seluruh Banom kini telah berdiri dan siap untuk ditempati.

Momen tersebut ditandai dengan kegiatan slametan yang digelar di rumah Munari, Dusun Kebonagung, Desa Sumberagung, Kecamatan Dander, Sabtu (06/06/2026).

Hadir dalam kegiatan itu Ketua Tanfidziyah MWCNU Dander, K. Suprihadi beserta jajaran pengurus MWCNU Dander, Fatkhul Ulum, serta KH. Bardam Abd. Nasir Pengasuh Ponpes Al-Munawwar bersama istri.

Turut hadir pula jajaran Pengurus Ranting NU Kunci beserta Banomnya, Lazisnu Kunci, serta Ketua Ranting NU Dander yang ikut menyaksikan hasil gotong royong keluarga besar NU dalam membantu Munari.

Sebelum slametan digelar, para tamu melihat langsung rumah yang berhasil dibangun dari hasil donasi warga NU dan Banom se-Kecamatan Dander. Pembangunan rumah tersebut dikerjakan secara swadaya oleh anggota Banser yang memiliki kemampuan di bidang pertukangan dan konstruksi.

Kasatkoryon Banser Dander, Fatkhul Ulum, mengatakan bahwa keterlibatan langsung anggota Banser dalam pembangunan rumah merupakan bentuk nyata khidmah dan solidaritas kepada sesama kader.

“Alhamdulillah, hasil donasi yang dihimpun oleh MWCNU Dander bersama seluruh Banom mulai tampak hasilnya. Rumah Sahabat Munari sudah berdiri. Yang membanggakan, banyak pekerjaan dilakukan sendiri oleh sahabat-sahabat Banser yang memiliki kemampuan di bidang pertukangan,” ujarnya.

Menurut Fatkhul Ulum, para anggota Banser yang memiliki keahlian mengerjakan kayu dan bangunan secara sukarela turun tangan untuk mempercepat proses pembangunan.

“Kalau ada sahabat Banser yang bisa mengerjakan kayu, mereka turun mengerjakan kayu. Yang punya kemampuan di bidang bangunan ikut membantu pembangunan. Ini menjadi bukti bahwa Banser tidak hanya hadir saat pengamanan kegiatan, tetapi juga hadir ketika masyarakat dan kader membutuhkan pertolongan,” katanya.

Sementara itu, Ketua MWCNU Dander K. Suprihadi, mengaku bersyukur karena ikhtiar bersama keluarga besar NU Dander akhirnya membuahkan hasil.

“Alhamdulillah, apa yang menjadi ikhtiar bersama keluarga besar NU Dander mulai terlihat hasilnya. Ini bukan hanya tentang membangun rumah, tetapi juga membangun harapan dan semangat hidup bagi Sahabat Munari. Semoga rumah ini segera bisa ditempati dengan nyaman,” tuturnya.

Ia menambahkan, keberhasilan pembangunan rumah tersebut menunjukkan kuatnya solidaritas warga NU ketika bergerak secara bersama-sama.

“Kami bersyukur karena donasi yang dihimpun dari warga NU dan seluruh Banom dapat diwujudkan menjadi rumah yang nyata. Ini menunjukkan bahwa ketika warga NU bergerak bersama, persoalan yang berat bisa menjadi ringan. Semoga ini menjadi berkah bagi Sahabat Munari dan seluruh pihak yang ikut membantu,” tambahnya.

Diketahui, rumah Munari sebelumnya hangus terbakar dan mengundang simpati luas dari berbagai kalangan. Melalui kesepakatan MWCNU Dander bersama seluruh Banom, bantuan yang terkumpul tidak diberikan dalam bentuk uang tunai, melainkan diwujudkan menjadi pembangunan rumah yang layak huni.

Kini, rumah tersebut telah berdiri. Bagi banyak warga NU Dander, rumah Munari bukan sekadar bangunan, melainkan simbol nyata dari semangat gotong royong, kepedulian, dan keberkahan khidmah di Nahdlatul Ulama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *