JagatSembilan.com | Bojonegoro – Gelaran Event Bojonegoro Wastra Batik Festival (BBWF) yang berlangsung pada 17–20 Juni 2026 sukses menyedot perhatian publik. Mengusung misi besar pelestarian budaya sekaligus penguatan ekonomi kerakyatan, ada satu pemandangan menarik yang menjadi pusat perhatian, kehadiran stand khusus Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bojonegoro yang mengakomodasi para penyandang disabilitas.
Di stand ini, para pengunjung disuguhkan produk kreatif berupa batik ecoprint hasil karya tangan-tangan terampil penyandang disabilitas, serta layanan pijat tunanetra yang profesional.Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial (Rehabsos) Dinas Sosial Bojonegoro, Nafiatin Ni’mah, S.E., menegaskan bahwa keterlibatan ini merupakan langkah nyata pemenuhan hak-hak disabilitas.
“Kegiatan ini sengaja kami rancang agar kaum disabilitas memiliki ruang, kesempatan, dan posisi yang sejajar dengan masyarakat pada umumnya. Mereka tidak butuh kasihan, mereka butuh kesempatan untuk setara,” tegas Nafiatin. Jumat (19/06/2026).
Merespons capaian positif tersebut, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro Agus Susetyo Hardiyanto, S.STP, MM memberikan sambutan hangat dan apresiasi setinggi-tingginya.
“Kami menyambut baik dan sangat bangga atas partisipasi aktif serta ruang inklusif yang tercipta dalam event Wastra Batik tahun ini. Kehadiran stand mandiri dan keikutsertaan anak-anak kita di panggung fashion show adalah bukti nyata bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk melahirkan karya yang bernilai estetika dan ekonomi tinggi,” ujar Agus.
Kegembiraan ini diungkapkan oleh Sanawi, yang juga merupakan Ketua Perkumpulan Disabilitas Kabupaten Bojonegoro (PDKB). Ia mengaku sangat bersyukur atas kesempatan emas ini.
“Biasanya kami bergabung di bawah stand Dekranasda. Namun kali ini luar biasa, kami diberikan ruang dan panggung sendiri melalui stand Dinas Sosial untuk mandiri menunjukkan karya kami,” ujarnya penuh haru.
Tidak hanya di stand pameran, geliat inklusivitas juga mengguncang panggung fashion show. Mengenakan batik desain khusus karya Agus Urip Wijianto dari Sanggar DOT ART Ngraho, salah seorang anak asuhnya yang merupakan disabilitas tuna rungu, Putri Wahyu Lestari, tampil memukau. Dengan penuh percaya diri, Putri berlenggak-lenggok di atas catwalk, menyajikan penampilan memikat yang tidak kalah bersaing dengan peserta umum lainnya.
Dinas Sosial berkomitmen untuk terus mengawal, memfasilitasi, dan membuka jalan bagi para penyandang disabilitas di Bojonegoro agar terus berdaya, mandiri, dan diakui potensinya. Terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, mari kita terus bergandengan tangan.(red)














