JagatSembilan.com | Bojonegoro – Semangat berbagi di bulan Muharram kembali ditunjukkan oleh LAZISNU Ranting Desa Sekaran bersama LAZISNU MWCNU Kasiman melalui kegiatan santunan kepada 50 anak yatim. Kegiatan tersebut digelar pada Jumat (26/6/2026) di Masjid Al Aminin, Desa Sekaran, Kecamatan Kasiman, Kabupaten Bojonegoro.
Dalam kegiatan tersebut, panitia berhasil menghimpun donasi sebesar Rp18 juta yang seluruhnya disalurkan kepada anak-anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus memuliakan mereka pada bulan Muharram yang dikenal sebagai bulan penuh keberkahan.
Acara berlangsung dengan khidmat dan dihadiri sejumlah tokoh Nahdlatul Ulama di Kecamatan Kasiman, di antaranya Ketua Tanfidziyah MWCNU Kasiman, Rois Syuriah MWCNU Kasiman, Ketua Ranting NU Desa Sekaran Purhadi, serta Ketua LAZISNU MWCNU Kasiman Suparman.
Ketua Ranting NU Desa Sekaran, Purhadi, mengapresiasi seluruh masyarakat dan para donatur yang telah menyisihkan sebagian rezekinya sehingga kegiatan santunan dapat terlaksana dengan baik.
Sementara itu, Ketua LAZISNU MWCNU Kasiman, Suparman, menyampaikan bahwa santunan anak yatim merupakan salah satu program sosial yang rutin dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama, khususnya pada momentum bulan Muharram.
Ketua LAZISNU PCNU Bojonegoro, Eko Arief Cahyono, turut mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara LAZISNU ranting dan MWCNU merupakan contoh nyata penguatan gerakan filantropi NU yang mampu menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat. Ia berharap kegiatan santunan anak yatim seperti ini terus berkelanjutan dan dapat menginspirasi ranting-ranting NU lainnya untuk semakin aktif dalam menghimpun serta menyalurkan dana umat secara amanah, profesional, dan tepat sasaran.
Melalui kegiatan tersebut, LAZISNU berharap dapat menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim sekaligus memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat. Dukungan dari para donatur dan warga menjadi bukti bahwa nilai-nilai berbagi terus tumbuh dan menjadi kekuatan dalam membangun kebersamaan di lingkungan Nahdlatul Ulama.(Red)














