Asesor UNESCO Terkesan PIG Bojonegoro, Penentuan Status Geopark Masih Tunggu Hasil Evaluasi

Asesor UNESCO Global Geopark Andreas Schüller berfoto di Pusat Informasi Geopark Bojonegoro saat evaluasi menuju UNESCO Global Geopark.
Asesor UNESCO Global Geopark Andreas Schüller bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Bojonegoro usai mengunjungi Pusat Informasi Geopark (PIG) Bojonegoro, Selasa (28/7/2026), dalam rangka evaluasi Geopark Bojonegoro menuju UNESCO Global Geopark.

JagatSembilan.com | Bojonegoro – Asesor UNESCO Global Geopark asal Jerman, Andreas Schüller, mengaku terkesan dengan Pusat Informasi Geopark (PIG) Bojonegoro saat melakukan kunjungan lapangan, Selasa (28/7/2026). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian evaluasi Geopark Bojonegoro menuju pengakuan sebagai UNESCO Global Geopark (UGGp).

Dalam kunjungan tersebut, Andreas Schüller didampingi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro Elzadeba Agustina, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Saat ditemui usai meninjau PIG Bojonegoro, Andreas mengaku baru berada di lokasi selama sekitar dua jam. Meski demikian, ia memberikan apresiasi terhadap konsep dan penyajian informasi yang ditampilkan di museum tersebut.

“Kami baru berada di sini sekitar dua jam, sehingga saya hanya bisa menyampaikan kesan terhadap museum ini. Museum ini sangat menarik, luar biasa, dan fantastis. Museum ini menjelaskan berbagai aspek yang ada di sini. Saya sangat terkesan dengan museum baru ini,” ujar Andreas Schüller.

Menanggapi peluang Geopark Bojonegoro memperoleh status UNESCO Global Geopark, Andreas menegaskan bahwa tim evaluator belum dapat memberikan penilaian akhir karena seluruh proses evaluasi masih berlangsung.

Menurutnya, tim asesor hanya bertugas melakukan evaluasi lapangan dan menyusun laporan. Sementara keputusan akhir akan ditetapkan oleh badan yang berwenang di UNESCO.

“Kami akan melihat hasilnya setelah misi evaluasi ini selesai. Kami harus melihat gambaran secara keseluruhan. Saya dan rekan saya tidak membuat keputusan. Kami hanya menyusun laporan, sedangkan keputusan akan dibuat oleh pihak lain,” katanya.

Andreas pun menutup wawancara singkat tersebut dengan kalimat, “Wait and see,” yang berarti masyarakat diminta menunggu hasil evaluasi secara resmi.

Sementara itu, Kepala Disbudpar Bojonegoro, Elzadeba Agustina, mengatakan kunjungan tim asesor UNESCO menjadi tahapan penting dalam proses penilaian Geopark Bojonegoro menuju pengakuan sebagai UNESCO Global Geopark.

Menurutnya, Pusat Informasi Geopark menjadi pintu masuk bagi para asesor untuk mengenal kekayaan geologi, keanekaragaman hayati, budaya, serta sejarah yang dimiliki Bojonegoro.

“Kunjungan tim asesor UNESCO Global Geopark ke Bojonegoro merupakan momentum yang sangat penting dalam perjalanan Geopark Bojonegoro menuju pengakuan dunia. Hari ini kami memperkenalkan Pusat Informasi Geopark sebagai wajah awal yang menggambarkan kekayaan geologi, keanekaragaman hayati, budaya, serta sejarah Bojonegoro,” ujar Elzadeba.

Ia menambahkan, apresiasi yang disampaikan Andreas Schüller terhadap PIG menjadi motivasi bagi seluruh pihak. Namun, menurutnya, proses evaluasi tidak hanya berfokus pada satu lokasi, melainkan juga mencakup pengelolaan geosite, konservasi, edukasi, pemberdayaan masyarakat, hingga tata kelola geopark secara menyeluruh.

“Kami berharap seluruh rangkaian evaluasi berjalan lancar. Pemerintah Kabupaten Bojonegoro bersama seluruh pemangku kepentingan terus berkomitmen mengembangkan Geopark Bojonegoro secara berkelanjutan agar memberikan manfaat bagi masyarakat dan memenuhi standar UNESCO Global Geopark,” pungkasnya.

Kunjungan lapangan tim asesor UNESCO di Bojonegoro dijadwalkan berlangsung di sejumlah geosite dan fasilitas pendukung geopark. Hasil evaluasi tersebut nantinya akan menjadi salah satu bahan pertimbangan UNESCO dalam menetapkan status Geopark Bojonegoro sebagai bagian dari jaringan UNESCO Global Geopark.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *