PC PMII Bojonegoro Dorong Integrasi Sistem Air Kabupaten untuk Menjawab Persoalan Kekeringan Berkelanjutan

Ketua Umum PC PMII Bojonegoro Anggun Sofia Ardila mendorong integrasi sistem air Kabupaten Bojonegoro sebagai solusi jangka panjang mengatasi kekeringan.
Ketua Umum PC PMII Bojonegoro, Anggun Sofia Ardila, mengusulkan Integrasi Satu Sistem Air Kabupaten Bojonegoro sebagai solusi berkelanjutan untuk memperkuat ketahanan air dan mengatasi kekeringan.

JagatSembilan.com | Bojonegoro – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Bojonegoro mendorong adanya langkah strategis dan berkelanjutan dalam menangani persoalan kekurangan air bersih yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Bojonegoro.

Mandataris Ketua Umum PC PMII Bojonegoro, Anggun Sofia Ardila, menyampaikan bahwa persoalan air tidak dapat terus diselesaikan hanya melalui bantuan tanggap darurat ketika masyarakat mengalami kekeringan. Menurutnya, diperlukan perencanaan jangka panjang agar masyarakat memiliki kepastian akses terhadap air bersih, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun pertanian.

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Bojonegoro, persoalan kekeringan masih terjadi secara berulang. Pada 2025, BPBD telah menyalurkan 106 tangki air bersih ke 13 desa di 10 kecamatan dan melakukan 656 kali distribusi air bersih ke wilayah terdampak kemarau. Memasuki 2026, pemerintah memetakan sekitar 93 desa yang berpotensi mengalami kekeringan, dengan beberapa desa telah menerima bantuan air bersih.

“PC PMII Bojonegoro melihat persoalan air harus mendapatkan perhatian melalui skema yang lebih sistematis. Bantuan air bersih memang penting untuk kondisi darurat, tetapi masyarakat membutuhkan solusi yang mampu menjawab persoalan secara berkelanjutan,” ujar Anggun Sofia Ardila. Kamis (30/07/2026.

PC PMII Bojonegoro mendorong Pemerintah Kabupaten Bojonegoro untuk membangun Integrasi Satu Sistem Air Kabupaten Bojonegoro, yaitu pengelolaan air berbasis satu peta data yang mencakup sumber air, kapasitas debit, wilayah rawan kekeringan, kebutuhan masyarakat, kebutuhan pertanian, hingga sistem distribusi.

Menurut PC PMII Bojonegoro, dengan adanya sistem tersebut, pembangunan infrastruktur air seperti embung, jaringan air bersih, irigasi, dan konservasi sumber air dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran.

“Air adalah hak dasar untuk kehidupan. Karena itu, persoalan air harus menjadi tanggung jawab bersama. PC PMII Bojonegoro hadir untuk memperkuat ruang dialog dan sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam mencari solusi terbaik bagi masyarakat,” jelas Anggun.

PC PMII Bojonegoro berharap seluruh elemen daerah dapat bersama-sama membangun tata kelola air yang lebih kuat, sehingga Bojonegoro tidak hanya mampu menghadapi kekeringan saat ini, tetapi juga memiliki ketahanan air untuk masa depan.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *