JagatSembilan.com | Bojonegoro – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) PINTAR Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro Kelompok 22 terus mendorong pengembangan potensi ekonomi masyarakat Desa Panjunan, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro. Salah satunya melalui program “Optimalisasi Potensi UMKM Desa Panjunan melalui Pendampingan Branding dan Digitalisasi Usaha.”
Program tersebut hadir sebagai upaya membantu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Panjunan agar mampu meningkatkan daya saing usaha melalui penguatan identitas usaha dan pemanfaatan teknologi digital.
Pendampingan tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas produk, tetapi juga menyasar bagaimana produk UMKM dapat lebih mudah dikenal, ditemukan, dan dijangkau oleh konsumen. Mahasiswa KKN memberikan pendampingan dalam penguatan identitas usaha, mulai dari penataan informasi usaha hingga pengenalan produk secara lebih menarik dan profesional.
Salah satu bentuk digitalisasi yang dilakukan adalah fasilitasi pembayaran menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Kehadiran QRIS diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi pelaku usaha dalam menerima pembayaran sekaligus memberikan alternatif transaksi yang lebih praktis bagi konsumen.
Selain itu, mahasiswa KKN juga membantu pelaku UMKM dalam pendaftaran lokasi usaha pada Google Maps. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan visibilitas usaha sehingga masyarakat maupun calon konsumen dari luar desa dapat lebih mudah menemukan lokasi dan mengetahui keberadaan produk UMKM Desa Panjunan.
Tidak berhenti pada aspek identitas dan transaksi, promosi produk juga menjadi bagian penting dalam program ini. Mahasiswa KKN membuat video promosi produk UMKM yang dikemas secara lebih menarik untuk membantu memperkenalkan produk melalui media digital dan sosial media.
“Melalui program ini, kami ingin membantu UMKM di Desa Panjunan tidak hanya memiliki produk yang baik, tetapi juga memiliki identitas usaha yang kuat dan mampu memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas jangkauan pemasaran,” ujar M Syaiful Rizky salah satu mahasiswa KKN UNUGIRI Kelompok 22 pada JagatSembilan.com Kamis (27/08/2026).
Program pendampingan tersebut mendapat respons positif dari pelaku UMKM. Para pelaku usaha mulai memahami bahwa perkembangan usaha tidak hanya bergantung pada kualitas produk, tetapi juga pada kemampuan membangun identitas, memberikan kemudahan transaksi, serta memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi.
Dengan adanya branding, QRIS, video promosi, dan lokasi usaha yang terdaftar di Google Maps, UMKM Desa Panjunan diharapkan semakin mudah dikenali, mudah ditemukan, dan mampu menjangkau konsumen yang lebih luas.
Program ini sekaligus menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa KKN PINTAR UNUGIRI dalam mendorong kemandirian dan penguatan ekonomi masyarakat desa. Digitalisasi UMKM diharapkan tidak berhenti setelah kegiatan KKN berakhir, tetapi dapat terus dikembangkan oleh pelaku usaha secara mandiri sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan teknologi.
Melalui langkah sederhana namun berkelanjutan, potensi UMKM Desa Panjunan diharapkan mampu tumbuh menjadi kekuatan ekonomi lokal yang semakin dikenal, baik di tingkat desa maupun di luar wilayah Panjunan.(Red)













