Tanamkan Nilai Integritas, PIM Jatim Gelar Sosialisasi Antikorupsi di PP Nurul Islam Al-Muniri Bojonegoro

Patriot Integritas Muda Jatim menyampaikan pendidikan integritas antikorupsi kepada santri PP Nurul Islam Al-Muniri Bojonegoro.
Patriot Integritas Muda (PIM) Jawa Timur menggelar sosialisasi pendidikan integritas antikorupsi bagi santri Pondok Pesantren Nurul Islam Al-Muniri, Bojonegoro, Kamis (15/10/2026).

JagatSembilan.com | Bojonegoro – Patriot Integritas Muda (PIM) Provinsi Jawa Timur menggelar kegiatan Sosialisasi dan Motivasi Pendidikan Integritas Antikorupsi di Pondok Pesantren Nurul Islam Al-Muniri, Bojonegoro, pada Kamis malam (15/10/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Mewujudkan Santri Berintegritas, Berdaya Saing Global untuk Indonesia Emas 2045” sebagai bagian dari rangkaian Road to Hari Santri Nasional dan Hari Sumpah Pemuda 2026.

Acara diawali dengan lantunan sholawat yang dipimpin oleh grup hadroh Mahabbaturrosul. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari pengurus Pondok Pesantren Nurul Islam Al-Muniri, Ust. Ahmad Nur Khozin, S.Pd.

Dalam sambutannya, Ust. Ahmad Nur Khozin menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan sosialisasi pendidikan integritas antikorupsi di lingkungan pesantren. Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan wawasan dan motivasi kepada para santri agar senantiasa menjunjung tinggi nilai kejujuran, tanggung jawab, kedisiplinan, dan amanah dalam kehidupan sehari-hari.

“Membangun karakter santri yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama dan pengetahuan, tetapi juga memiliki akhlak yang baik serta mampu menjadi generasi penerus bangsa yang berintegritas. Para santri diharapkan dapat menerapkan nilai-nilai positif tersebut, baik di lingkungan pesantren maupun ketika terjun ke tengah masyarakat,” katanya.

Acara dilanjutkan dengan pemaparan materi pendidikan integritas antikorupsi oleh M. Faiz Chishomuddin, perwakilan Patriot Integritas Muda Provinsi Jawa Timur sekaligus mahasiswa S1 Psikologi Universitas Negeri Surabaya (UNESA).

M. Faiz Chishomuddin merupakan santri dan mahasiswa yang aktif dalam bidang pendidikan, kepemimpinan, pengabdian masyarakat, serta pemberdayaan pemuda. Ia tercatat sebagai peserta Bootcamp Antikorupsi Nasional SINTESIS yang diselenggarakan oleh KPK RI melalui Direktorat Pembinaan Peran Serta Masyarakat pada Juli 2026. Pada tahun yang sama, ia juga meraih penghargaan Most Impactful Content Bootcamp Antikorupsi Nasional.

Selain aktif di Patriot Integritas Muda Provinsi Jawa Timur, Faiz juga terlibat dalam Forum Pemuda Pelopor Kabupaten Bojonegoro pada bidang pendidikan. Pengalamannya di bidang kepemudaan dan pendidikan menjadi bagian dari kiprahnya dalam mendorong penguatan karakter serta pemberdayaan generasi muda.

Menanamkan Integritas dalam Kehidupan Sehari-hari

Dalam sesi pemaparan materi, pendidikan integritas antikorupsi menjadi fokus utama pembahasan. Integritas merupakan keselarasan antara nilai yang diyakini, perkataan yang disampaikan, dan tindakan yang dilakukan. Sikap ini perlu dibangun melalui kebiasaan sederhana yang diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.

Bagi santri, penerapan integritas dapat dimulai dari lingkungan pesantren, seperti bersikap jujur kepada pengasuh dan guru, menaati peraturan, melaksanakan tanggung jawab, menjaga amanah, serta tidak mengambil sesuatu yang bukan haknya.

Pendidikan antikorupsi juga penting untuk menumbuhkan kesadaran bahwa perilaku koruptif tidak hanya berkaitan dengan penyalahgunaan uang atau jabatan, tetapi juga dapat berawal dari kebiasaan tidak jujur, menyalahgunakan kepercayaan, dan mengabaikan tanggung jawab.

Karena itu, pembentukan karakter antikorupsi perlu dilakukan sejak dini melalui pendidikan, keteladanan, dan pembiasaan perilaku positif. Lingkungan pesantren memiliki peran strategis dalam proses tersebut karena pendidikan di pesantren tidak hanya menekankan penguasaan ilmu, tetapi juga pembentukan akhlak dan karakter.

Para santri diharapkan mampu menjadikan nilai-nilai integritas sebagai pedoman dalam mengambil keputusan, berinteraksi dengan orang lain, serta menjalankan tanggung jawab di tengah masyarakat.

Mempersiapkan Santri Menuju Indonesia Emas 2045

Kegiatan ini merupakan bagian dari aksi kolaborasi Alumni SINTESIS KPK RI yang bertujuan meningkatkan kesadaran generasi muda, khususnya santri, mengenai pentingnya membangun budaya integritas dan antikorupsi.

Melalui sosialisasi ini, santri diharapkan tidak hanya memahami pentingnya integritas secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam tindakan nyata. Sikap jujur, disiplin, bertanggung jawab, dan amanah menjadi bekal penting untuk membangun kepercayaan serta menciptakan lingkungan yang bersih dari perilaku koruptif.

Kegiatan ini sekaligus menjadi upaya memperkuat peran pesantren dalam mencetak generasi muda yang berilmu, berakhlak mulia, memiliki daya saing, dan peduli terhadap masa depan bangsa.

Dengan menanamkan integritas sejak di bangku pesantren, diharapkan lahir generasi santri yang mampu menjadi teladan di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *