JagatSembilan.com | Bojonegoro – Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Kabupaten Bojonegoro meloloskan enam mahasiswa sebagai penerima beasiswa dari Pergunu Pusat. Keenam mahasiswa tersebut akan melanjutkan pendidikan di Universitas KH. Abdul Chalim, Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.
Enam mahasiswa yang dinyatakan lolos seleksi tersebut terdiri atas tiga mahasiswa jenjang Strata 1 (S1), dua mahasiswa jenjang Strata 2 (S2), dan satu mahasiswa jenjang Strata 3 (S3).
Berdasarkan data Pergunu Bojonegoro yang diberikan pada JagatSembilan.com, penerima beasiswa untuk jenjang S1 seluruhnya perempuan. Sementara itu, dua penerima beasiswa jenjang S2 berjenis kelamin laki-laki, sedangkan penerima beasiswa jenjang S3 merupakan perempuan.
Para calon mahasiswa yang telah dinyatakan lolos seleksi dijadwalkan mengikuti proses registrasi di Universitas KH. Abdul Chalim pada Sabtu (10/10/2026).
Ketua Pergunu Bojonegoro, H. Ahmad Suprayitno, menyampaikan bahwa keberhasilan enam mahasiswa tersebut menjadi kabar baik bagi upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya di lingkungan Nahdlatul Ulama.
“Alhamdulillah, Pergunu Bojonegoro berhasil meloloskan enam mahasiswa untuk memperoleh beasiswa dari Pergunu Pusat. Kami berharap kesempatan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menuntut ilmu, meningkatkan kompetensi, serta mempersiapkan diri menjadi generasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Ahmad Suprayitno. Jumat (9/10/2026)
Ia juga berharap para penerima beasiswa dapat menjalani proses pendidikan dengan sungguh-sungguh, menjaga nama baik keluarga dan organisasi, serta mengamalkan ilmu yang diperoleh untuk kemajuan pendidikan dan kemaslahatan umat.
Menurutnya, program beasiswa tersebut merupakan kesempatan berharga bagi kader untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Karena itu, para penerima beasiswa diharapkan mampu menyelesaikan studi dengan baik dan berkontribusi dalam pengembangan pendidikan, khususnya di Kabupaten Bojonegoro.
Pergunu Bojonegoro berharap keberhasilan enam mahasiswa ini dapat menjadi motivasi bagi para guru, kader, dan generasi muda Nahdlatul Ulama lainnya untuk terus meningkatkan kapasitas diri melalui pendidikan.(Red)













