JagatSembilan.com | Jombang – Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor, H. Addin Jauharudin, bersama Kasatkornas Banser H. Syafiq Sauqi dan jajaran PC GP Ansor Jombang menyambangi rumah duka almarhum Supangat di Dusun Jarak, Desa Jarak, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Selasa (1/9/2026).
Supangat merupakan kader Banser yang wafat setelah menjalankan tugas pengamanan (pam) Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Tambakberas, Jombang. Kepergian almarhum meninggalkan duka bagi keluarga sekaligus keluarga besar GP Ansor dan Banser.
Kedatangan jajaran GP Ansor dan Banser ke rumah duka menjadi bentuk kepedulian serta penghormatan kepada Supangat yang telah menjalankan tugas pengabdian dalam rangkaian agenda besar NU.
Dalam kesempatan tersebut, Addin Jauharudin menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan penguatan kepada keluarga almarhum. Ia meminta keluarga tidak merasa sendiri dalam menghadapi musibah tersebut.
Menurut Addin, GP Ansor merupakan rumah bersama bagi seluruh kader. Ikatan antarkader tidak hanya dibangun dalam aktivitas organisasi, tetapi juga diwujudkan melalui kepedulian dan gotong royong ketika salah satu kader maupun keluarganya menghadapi musibah.
“Jangan merasa sendiri, karena Ansor adalah rumah untuk saling menolong, saling membantu. Kader Ansor adalah saudara, keluarga dan sahabat,” ujar Addin.
Ia menegaskan, pengabdian yang dilakukan Supangat sebagai kader Banser dalam menjalankan tugas pengamanan Muktamar ke-35 NU merupakan bagian dari khidmah kepada jam’iyah.
Ansor-Banser Pastikan Pendidikan Anak Almarhum
Selain menyampaikan belasungkawa, kehadiran Addin bersama jajaran GP Ansor dan Banser juga membawa pesan penguatan bagi keluarga yang ditinggalkan.
Addin menyampaikan bahwa GP Ansor dan Banser akan membantu memastikan pendidikan dua anak almarhum Supangat hingga jenjang perguruan tinggi.
Komitmen tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian organisasi terhadap keluarga kader. Bagi GP Ansor, pengabdian seorang kader tidak berhenti ketika tugasnya selesai, tetapi ikatan persaudaraan dengan keluarga juga terus dijaga.
Hal itu sekaligus menjadi wujud bahwa Ansor dan Banser berupaya hadir bukan hanya ketika kader menjalankan tugas organisasi, tetapi juga ketika keluarga kader membutuhkan dukungan.
Addin berharap keluarga almarhum tetap diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi kepergian Supangat.
“Semoga almarhum diterima di sisi Allah SWT. Keluarga yang ditinggalkan diberikan kelapangan hati yang luas, tabah dan kuat,” ungkapnya.
Supangat sendiri merupakan kader Corps Provost Banser (CPB) Satkorcab Jombang sekaligus kader PAC Ansor-Banser Wonosalam. Ia ikut menjalankan tugas pengamanan Muktamar ke-35 NU di kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang.
Kepergian Supangat menjadi duka bagi keluarga besar Banser. Namun, di tengah suasana duka tersebut, kehadiran pimpinan dan jajaran GP Ansor memberikan pesan bahwa persaudaraan kader tidak berhenti pada tugas organisasi, melainkan terus terjalin dalam kehidupan sosial dan keluarga.
Bagi keluarga besar Ansor-Banser, Supangat bukan sekadar kader yang telah menjalankan tugas. Ia merupakan bagian dari keluarga besar yang akan terus dikenang melalui pengabdian dan khidmahnya.(Red)













