Inspira Risbo Genap Satu Tahun, Perkuat Riset dan Kolaborasi untuk Bojonegoro

Peringatan 1 tahun Inspira Risbo di Hotel Aston Bojonegoro
Peringatan 1 Tahun Inspira Risbo digelar di Hotel Aston Bojonegoro, Rabu (9/9/2026).

JagatSembilan.com | Bojonegoro — Inspira Risbo memperingati satu tahun perjalanan organisasi akademisi dan peneliti tersebut dalam kegiatan Gema Inspira di Hotel Aston Bojonegoro, Rabu (9/9/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Bojonegoro Hj Nurul Azizah, Pembina Inspira Risbo Dr. Sri Budi Cantika Wahono akrab dengan sebutan Cantika Wahono, Pengarah Inspira Risbo Dr. Ifa Khoiria Ningrum, Ketua Inspira Risbo Dr. Ima Isnaini beserta jajaran pengurus.

Turut hadir perwakilan Forkopimda, kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Bojonegoro, Ketua ICMI Bojonegoro Dr. Arief Januwarso, para direktur BUMD Bojonegoro, perwakilan Perguruan Tinggi di Bojonegoro, perwakilan perusahaan migas, akademisi, praktisi, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.

Dr. Ima Isnaini Ketua Inspira Risbo saat menyampaikan sambutan acara peringatan 1 Tahun Inspira Risbo

Ketua Inspira Risbo Dr. Ima Isnaini mengatakan, Gema Inspira menjadi istilah yang digunakan untuk menandai perjalanan satu tahun organisasi tersebut. Menurutnya, kata “gema” bermakna gaung, dengungan, atau suara yang diharapkan menjadi semangat bagi Inspira Risbo untuk terus berkontribusi kepada masyarakat.

“Gema merupakan sebuah terminologi di mana bermakna gaung, dengungan, suara, sehingga bagaimana suara Inspira Risbo satu tahun ini itu merupakan semangat bagi kita untuk berkontribusi di masyarakat khususnya di Bojonegoro,” kata Ima.

Ia menjelaskan, Inspira Risbo diinisiasi pada 9 September 2025 dengan jumlah anggota awal sebanyak 12 orang. Dalam satu tahun, organisasi tersebut berkembang dan kini memiliki sekitar 75 anggota yang berasal dari berbagai latar belakang.

“Alhamdulillah sudah sejak tanggal 9 bulan 9 2025 inisiasi Inspira Risbo terbentuk dengan anggota baru itu masih 12. Tapi alhamdulillah setahun ini kita sudah bisa mengembangkan diri, memperkuat organisasi sehingga sampai dengan saat ini ada sekitar 75 anggota Inspira Risbo,” ujarnya.

Ima menegaskan, tahun pertama menjadi momentum untuk membangun fondasi organisasi agar semakin kuat dalam menjalankan fungsi akademisi dan peneliti yang dapat memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.

Mengusung semangat “Inspira Academia, Inspira Mendunia”, Inspira Risbo menargetkan penguatan kontribusi melalui riset, data, kolaborasi, hingga jejaring internasional.

Salah satu agenda yang disiapkan pada tahun kedua adalah pengembangan Pojok Data Risbo (PDR) bagi Bojonegoro. PDR diharapkan dapat menjadi ruang akses data yang bisa dimanfaatkan mahasiswa, akademisi, peneliti, maupun masyarakat umum.

“Di tahun selanjutnya kita juga akan mencapai di mana kita bisa memberikan kontribusi seperti Pojok Data Risbo (PDR) bagi Bojonegoro. Ini harapannya nanti siapapun yang bisa mengakses website Inspira Risbo, bisa mengambil data-data untuk dimanfaatkan untuk penelitian-penelitian yang dilakukan baik itu oleh mahasiswa, oleh kita sendiri, para akademisi, dan juga masyarakat umum,” jelas Ima.

Tak hanya memperkuat kontribusi di tingkat lokal, Inspira Risbo juga mulai menjajaki kolaborasi internasional. Ima menyebut, salah satu rencana yang telah diinisiasi adalah menjajaki kerja sama dengan masyarakat akademik di Hungaria.

“Mendunia ini rupanya bukan sebuah wacana, karena Ibu Pembina dan juga Ibu Pengarah sudah meletakkan beberapa rancangan yang mana untuk bisa mencapai ke mendunia itu. Salah satunya yang sudah kita inisiasi adalah kita akan mencoba menjajaki kolaborasi internasional dengan masyarakat akademik di Hungaria,” ungkapnya.

Anwar Mukhtadlo Kepala Dinas Pendidikan Bojonegoro saat menyampaikan masukan pada peringatan 1 Tahun Inspira Risbo

Akademisi Didorong Hadirkan Solusi

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro Anwar Mukhtadlo yang turut hadir menyampaikan apresiasi terhadap keberadaan Inspira Risbo. Ia menilai, keberadaan akademisi dan peneliti dapat membantu pemerintah menghadirkan kebijakan yang lebih berbasis kajian.

“Dari pengaruhnya sudah sekarang pemikiran sekarang kan tidak asal apa ya, mengkaji asal kajian saja, tetapi sudah berdasarkan kajian yang sebenarnya,” kata Anwar.

Menurutnya, salah satu tantangan pemerintah adalah menerjemahkan gagasan dan hasil kajian ke dalam tata kelola pemerintahan yang sesuai dengan regulasi.

“Ini memang kadang-kadang di pemerintahan ini sulitnya kan aturannya ini yang tidak bisa kita laksanakan kadang-kadang, jadi pemikiran bagus, tapi terbentur oleh aturan tata kelola,” ujarnya.

Karena itu, Anwar membuka ruang kolaborasi untuk mencari alternatif pembiayaan maupun terobosan agar berbagai gagasan yang lahir dari kajian dapat diwujudkan.

“Jadi, sulitnya di sana, jadi nanti otomatis harus ada yang mendanai itu dari yang lain, misalnya CSR atau dari sumber-sumber dana yang lain. Ini yang perlu kita diskusikan ke depan,” katanya.

Ia juga berharap keberadaan anggota Inspira Risbo yang berasal dari kalangan pendidik dapat turut memperkuat pembangunan sektor pendidikan di Bojonegoro.

“Sehingga nanti dapat membantu kami yang ada di kabupaten, begitu juga Inspira Risbo ini selalu kami harapkan karena fokusnya yang banyak kan di sektor pendidikan ini,” tutur Anwar.

Cantika Wahono saat menyampaikan sambutan acara peringatan 1 Tahun Inspira Risbo

Cantika: Bukan Sekadar Perayaan

Sementara itu, Pembina Inspira Risbo Cantika Wahono mengatakan, perjalanan satu tahun Inspira Risbo menunjukkan banyaknya gagasan, riset, kolaborasi, inovasi, dan pengabdian yang telah dilakukan para anggotanya.

Ia mengibaratkan organisasi yang baru berusia satu tahun seperti bayi yang baru belajar berjalan dan berbicara. Namun, menurutnya, kondisi tersebut berbeda dengan Inspira Risbo karena organisasi itu diisi perempuan-perempuan yang memiliki kapasitas dan gagasan untuk berkontribusi.

“Ini perjalanannya kalau dilihat satu tahun itu kalau bayi baru belajar berjalan dan bicara. Tapi karena di dalamnya adalah perempuan-perempuan hebat Bojonegoro, sehingga baru satu tahun itu tadi yang sudah dilakukan juga sangat banyak,” kata Cantika.

Ia mencontohkan kegiatan pengabdian masyarakat yang telah dilakukan Inspira Risbo, salah satunya di wilayah Malo. Dalam kegiatan tersebut, anggota Inspira Risbo berinteraksi langsung dengan masyarakat dan anak-anak sekolah.

“Harapannya ke depan akan lebih banyak lagi kegiatan-kegiatan yang terkait dengan pengabdian masyarakat ini,” ujarnya.

Menurut Cantika, momentum satu tahun tidak boleh berhenti sebagai seremoni. Inspira Risbo harus menentukan arah dan tahapan pengembangan organisasi berikutnya.

“Dan momentum satu tahun ini bukan sekadar perayaan yang kita harapkan, tetapi ke depan ini Inspira Risbo mau jadi apa, mau bagaimana, mau selanjutnya tahapan selanjutnya mau seperti apa?” katanya.

Ia berharap Inspira Risbo menjadi ruang bertemunya gagasan, ilmu pengetahuan, riset, inovasi, sekaligus solusi bagi berbagai persoalan di Bojonegoro.

“Tidak hanya berkumpulnya orang-orang yang sebenarnya memiliki potensi dan kapasitas yang bagus dan punya penalaran yang bagus juga, tetapi tentu ruang bertemunya gagasan, kemudian ilmu pengetahuan, riset, inovasi, dan sekaligus juga solusi, itu harapan kami,” tegasnya.

Cantika juga menekankan pentingnya membangun ekosistem yang menghubungkan riset, inovasi, kolaborasi, dan dampak nyata bagi masyarakat.

“Inspira Risbo ini semakin kuat di dalam membangun ekosistem, mulai dari riset, kemudian innovation, collaboration, dan impact. Jadi, riset yang relevan, kemudian inovasi yang solutif, kolaborasi yang luas, dan berdampak nyata,” jelasnya.

Ia menyebut pendekatan hexahelix of impact sebagai salah satu kerangka kolaborasi yang dapat mempertemukan pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, masyarakat dan komunitas, agama, serta teknologi dan regulasi.

Menurutnya, sinergi berbagai unsur tersebut dapat menghasilkan solusi atas berbagai persoalan pembangunan di Kabupaten Bojonegoro.

“Jadi, pemerintah, kemudian perguruan tinggi, dunia usaha, masyarakat dan komunitas sebagai kekuatan sosial, kemudian agama, dan teknologi serta regulasi. Ini kalau hexahelix-nya ini membuat sebuah ekosistem yang bagus, tentu keenam kekuatan ini akan menjadi satu visi besar dan itu akan menaikkan banyak sekali solusi-solusi untuk permasalahan-permasalahan yang ada di Kabupaten Bojonegoro,” paparnya.

Cantika menambahkan, Inspira Risbo siap menyambut lima program prioritas unggulan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dengan menghadirkan gagasan dan solusi berbasis pengetahuan.

“Jadi, Pak Bupati dan Ibu Wabup memiliki lima program prioritas unggulan dan itu kita sambut dengan solusi-solusi yang ada. Jadi, kita hadir di masyarakat itu dengan membawa solusi,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Cantika mengajak seluruh keluarga besar Inspira Risbo menjaga idealisme, memperkuat integritas, meningkatkan kompetensi, serta memperluas kolaborasi.

“Dan kita pastikan bahwa setiap ilmu pengetahuan dan pengalaman yang kita miliki ini kembali kepada masyarakat dalam bentuk kemanfaatan. Itu harapan kita bersama,” pungkasnya.

Dengan memasuki tahun kedua, Inspira Risbo menargetkan organisasi semakin kuat sebagai wadah akademisi, peneliti, praktisi, dan komunitas untuk menghasilkan riset yang relevan, inovasi yang solutif, kolaborasi yang luas, serta dampak nyata bagi masyarakat Bojonegoro.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *