JagatSembilan.com | Bojonegoro – Komisi C DPRD Kabupaten Bojonegoro menghadiri Focus Group Discussion (FGD) terkait persiapan operasional RSUD Temayang, Rabu (16/9/2026). Forum tersebut membahas sejumlah kebutuhan yang harus segera dituntaskan agar rumah sakit dapat beroperasi secara optimal.
Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro Ahmad Supriyanto hadir bersama sejumlah anggota Komisi C. FGD juga dihadiri Asisten Daerah (ASDA) Drs. Kusnandaka Tjatur P, M.Si., Kepala BKPP Hari Kristianto, S.STP., M.Si., serta perwakilan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).
Di antaranya perwakilan Dinas Kesehatan dr. Rahmad Trisnanto, perwakilan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman serta Cipta Karya Ahmad Fuad, S.Si., MT., Kepala Bagian Organisasi Dyah Enggarini Mukti, SE., MM., perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Slamet Harianto, SP., Plt. Camat Temayang, Direktur dan pejabat struktural RSUD Temayang, Kasi Trantib Temayang, serta anggota Satpol PP Temayang.
Dalam FGD tersebut, Komisi C menekankan pentingnya percepatan operasional RSUD Temayang. Sejumlah aspek dinilai perlu segera diselesaikan, mulai dari sumber daya manusia (SDM), sarana dan prasarana, hingga kebutuhan lain yang bersifat mendesak.
Ahmad Supriyanto mengatakan, dari sejumlah aspek yang dibahas, izin operasional RSUD Temayang sudah terpenuhi. Namun, masih terdapat beberapa pekerjaan yang harus dituntaskan sebelum rumah sakit dapat menjalankan pelayanan secara maksimal.
“Poinnya kita minta percepatan operasional RSUD Temayang. Sehingga ada beberapa poin yang harus diselesaikan,” kata Ahmad Supriyanto.
Pria yang juga Ketua DPD Golkar Bojonegoro itu menyebut beberapa hal yang menjadi perhatian, yakni SDM, sarana dan prasarana, serta kebutuhan lain yang dianggap urgent.
“Perizinan izin operasional sudah, SDM belum, sarana prasarana, dan lain-lain yang dianggap urgent,” ujarnya.
Menurutnya, percepatan tersebut tidak dapat dilakukan oleh satu sektor saja. Persiapan operasional RSUD Temayang membutuhkan koordinasi lintas sektoral karena berkaitan dengan sejumlah perangkat daerah dan unsur terkait.
Karena itu, salah satu langkah yang didorong dalam FGD tersebut adalah pembentukan tim percepatan operasional RSUD Temayang.
“Karena itu melibatkan lintas sektoral, sehingga salah satu yang harus dilakukan adalah membentuk tim percepatan,” jelasnya.
Pembentukan tim tersebut diharapkan dapat memperjelas pembagian tugas antarinstansi sekaligus mempercepat penyelesaian berbagai kebutuhan yang masih menjadi pekerjaan rumah.
Dengan percepatan tersebut, RSUD Temayang diharapkan segera dapat memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya warga di wilayah Temayang dan sekitarnya.(Red)














