LTMNU Bojonegoro Gelar Workshop Admin Digdaya Masjid NU, 19 MWCNU Mulai Input Data

Peserta Workshop Digdaya Masjid NU LTMNU Bojonegoro
Peserta Workshop Admin Digdaya Masjid NU LTMNU PCNU Bojonegoro berfoto bersama usai kegiatan.

JagatSembilan.com | Bojonegoro – Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) PCNU Bojonegoro menggelar Workshop Admin Digdaya Masjid NU di Aula PCNU Bojonegoro lantai dua, Sabtu (19/9/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal penguatan pendataan masjid dan musala Nahdlatul Ulama secara digital di Kabupaten Bojonegoro.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua LTMNU PCNU Bojonegoro, Dr. H. Muhammad Abdullah Hafith, S.Ag., S.H., M.H.I., beserta jajaran pengurus. Hadir pula puluhan perwakilan LTMNU tingkat MWCNU se-Kabupaten Bojonegoro yang dipersiapkan menjadi admin Digdaya di wilayah masing-masing.

Workshop tersebut difokuskan pada pembekalan admin agar mampu melakukan pendataan dan memasukkan informasi masjid serta musala ke dalam aplikasi Digdaya. Data yang dihimpun diharapkan dapat menggambarkan kondisi masjid NU secara lebih lengkap dan sesuai dengan keadaan di lapangan.

Ketua LTMNU PCNU Bojonegoro, Dr. H. Muhammad Abdullah Hafith, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan workshop bagi para admin Digdaya yang berasal dari LTMNU MWCNU se-Kabupaten Bojonegoro.

“Kegiatan hari ini adalah workshop admin Digdaya. Mengundang seluruh LTMNU MWCNU se-Cabang Bojonegoro untuk menjadi admin digital Digdaya,” jelasnya.

Menurutnya, para admin memiliki peran penting dalam memastikan data masjid dan musala yang masuk ke dalam sistem benar-benar sesuai dengan kondisi riil di masing-masing wilayah.

“Tugas admin adalah menginput data masjid dan musala agar diperoleh data masjid NU yang lengkap dan sesuai dengan kondisi riil di lapangan,” ujarnya.

Pantauan di lokasi, dalam workshop tersebut, sebanyak 19 MWCNU telah hadir dan mengikuti proses pembekalan. Mereka tidak hanya mendapatkan penjelasan mengenai mekanisme pendataan, tetapi juga langsung mencoba mengakses aplikasi dan memulai proses input data.

“Hari ini, 19 MWC sudah hadir dan langsung sukses melakukan login ke aplikasi serta mulai menginput data,” ungkapnya.

Sementara bagi MWCNU yang belum dapat menghadiri workshop, LTMNU PCNU Bojonegoro akan menjadwalkan pelatihan tersendiri. Langkah tersebut dilakukan agar seluruh wilayah MWCNU tetap memiliki admin yang mampu menjalankan proses pendataan melalui Digdaya.

Program Nasional PBNU

Penggunaan Digdaya dalam pendataan masjid NU di Bojonegoro juga merupakan bagian dari program nasional PBNU. Karena itu, LTMNU PCNU Bojonegoro mendorong agar seluruh masjid NU di wilayah Kabupaten Bojonegoro dapat tercatat dalam sistem tersebut.

“Program ini merupakan program nasional PBNU, sehingga semua masjid di Indonesia, khususnya di Bojonegoro, harus tercakup di dalam aplikasi Digdaya Masjid,” kata Abdullah Hafith.

Pendataan dilakukan secara bertahap. Untuk tahap awal, LTMNU memprioritaskan pendataan masjid sebelum kemudian dilanjutkan dengan pendataan musala.

Langkah tersebut tidak sekadar ditujukan untuk mengetahui jumlah masjid dan musala. Lebih jauh, data yang terkumpul diharapkan dapat menjadi gambaran mengenai kekuatan, sebaran, dan keberadaan masjid serta musala yang berada dalam ekosistem Nahdlatul Ulama.

“Pendataan difokuskan untuk masjid dan musala, saat ini masjid terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan musala. Tujuannya agar kita mengetahui kekuatan dan jumlah masjid serta musala yang dimiliki secara akurat,” terangnya.

Menentukan Masjid dalam Data Nahdliyin

Dalam proses pendataan, LTMNU juga memiliki kriteria untuk menentukan masjid yang masuk dalam kategori masjid Nahdliyin.

Salah satu indikatornya adalah masjid yang dibuktikan dengan wakaf NU, termasuk adanya sertifikat nadzir Badan Hukum Nahdlatul Ulama. Selain itu, masjid yang belum diwakafkan secara resmi kepada NU tetapi dikelola oleh warga NU juga termasuk dalam kategori masjid Nahdliyin.

Pendataan tersebut dilakukan untuk memastikan informasi yang masuk ke dalam Digdaya benar-benar menggambarkan keberadaan masjid NU di tengah masyarakat.

Dengan melibatkan admin di tingkat MWCNU, LTMNU PCNU Bojonegoro berharap proses pendataan dapat menjangkau masjid-masjid di seluruh kecamatan. Data yang terkumpul nantinya menjadi basis informasi digital yang dapat terus diperbarui sesuai perkembangan kondisi di lapangan.

Workshop Admin Digdaya Masjid NU pun menjadi bagian dari langkah LTMNU PCNU Bojonegoro dalam mendorong pengelolaan data masjid yang lebih tertib, terukur, dan berbasis digital.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *