Tiga Lomba Meriahkan Harlah ke-97 LP Ma’arif NU Bojonegoro di Unugiri

Peserta mengikuti lomba Harlah ke-97 LP Ma’arif NU Bojonegoro
Suasana Pembukaan lomba Harlah ke-97 LP Ma’arif NU Bojonegoro di Unugiri, Sabtu (19/9/2026).

JagatSembilan.com | Bojonegoro – Pimpinan Cabang Lembaga Pendidikan (PC LP) Ma’arif NU Bojonegoro menggelar tiga lomba dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-97 LP Ma’arif NU, Sabtu (19/9/2026). Kegiatan tersebut dipusatkan di Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri) Bojonegoro.

Tiga lomba yang digelar meliputi Olimpiade Aswaja, kaligrafi, dan paduan suara. Peserta berasal dari tiga jenjang pendidikan, yakni SD/MI, SMP/MTs, serta SMA/SMK/MA di lingkungan LP Ma’arif NU Bojonegoro.

Dalam acara pembukaan nampak Wakil Ketua PCNU Bojonegoro dr. Hernowo, Ketua PC LP Ma’arif NU Bojonegoro, Drs. H. Mariyadi beserta jajarannya, para dewan juri profesional dan ratusan peserta.

Sekretaris Panitia Kegiatan, Moh. Muhtadin, mengatakan ketiga lomba tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Harlah ke-97 LP Ma’arif NU. Masing-masing lomba diikuti peserta dari tiga jenjang pendidikan yang telah ditentukan panitia.

“Lomba ada tiga macam, yakni Olimpiade Aswaja yang berisi tentang mengerjakan soal tentang Aswaja atau ke-NU-an, kemudian kaligrafi dan paduan suara,” ujar Muhtadin.

Menurut pria yang juga Kasatkorcab Banser Bojonegoro itu, pada setiap jenjang pendidikan ditetapkan enam kategori juara, yakni juara 1, 2, 3 serta harapan 1, 2, dan 3.

Paduan Suara Jadi Salah Satu Lomba yang Paling Meriah

Pantauan JagatSembilan.com, suasana perlombaan di lingkungan Unugiri Bojonegoro berlangsung semarak. Semangat peserta terlihat sejak mereka mengikuti rangkaian perlombaan hingga tampil di hadapan dewan juri.

Salah satu yang mencuri perhatian adalah lomba paduan suara. Para peserta tampil dengan penuh percaya diri mengenakan kostum yang telah dipersiapkan masing-masing kelompok. Beragam penampilan tersebut membuat suasana perlombaan terasa semakin meriah.

Para peserta sedang mengikuti lomba paduan suara dalam rangka harlah LP Ma’arif di Bojonegoro

Tak hanya peserta yang terlihat serius mempersiapkan penampilan. Para pelatih juga tampak memberikan pendampingan secara sungguh-sungguh. Mereka berdiri di depan peserta, memberikan aba-aba, menjaga tempo, sekaligus memastikan kekompakan suara dan gerakan selama penampilan berlangsung.

Semangat tersebut terlihat ketika masing-masing kelompok berusaha memberikan penampilan terbaiknya. Kekompakan suara, ekspresi peserta, hingga penampilan kostum menjadi bagian yang membuat lomba paduan suara berlangsung atraktif.

Dalam lomba tersebut, peserta membawakan dua lagu yang telah ditentukan panitia, yakni Mars Subhanul Wathon dan Mars Ma’arif.

Ketua PC LP Ma’arif NU Bojonegoro, Drs. H. Mariyadi, menjelaskan bahwa pelaksanaan tiga lomba tersebut menjadi bagian dari agenda Harlah ke-97 LP Ma’arif NU. Ia menyebut kegiatan tahun ini menjadi momentum untuk menggelar tiga cabang lomba sekaligus.

“Untuk tahun ini karena tahun pertama kita menggelar tiga acara: Olimpiade Aswaja. Itu dari semua jenjang: SD/MI, MTs/SMP sama MA, SMA, SMK,” kata Mariyadi.

Ia menambahkan, sistem kejuaraan juga dibedakan berdasarkan jenjang pendidikan. Hal serupa diterapkan pada lomba kaligrafi dan paduan suara, sehingga peserta bersaing dalam kategori yang sesuai dengan tingkat pendidikannya.

“Paduan suara itu yang dinyanyikan hanya dua lagu: Mars Subhanul Wathon sama Mars Ma’arif. Itu yang dilombakan,” jelas Mariyadi.

Photo bersama acara pembukaan lomba dalam rangka harlah LP Ma’arif NU di Bojonegoro

Sementara itu, pelaksanaan masing-masing lomba ditempatkan di lokasi berbeda di lingkungan Unugiri Bojonegoro. Lomba kaligrafi berlangsung di lantai dua, sedangkan paduan suara dilaksanakan di lantai tiga.

Khusus Olimpiade Aswaja, peserta yang hadir merupakan mereka yang telah masuk nominasi enam besar pada masing-masing jenjang. Dengan demikian, seluruh peserta yang masuk enam besar otomatis mendapatkan peringkat juara atau juara harapan.

“Hari ini yang Olimpiade Aswaja otomatis yang dipanggil ke sini mereka yang masuk di nominasi enam besar. Maka nanti mereka pulang otomatis mendapat juara semuanya,” terang Mariyadi.

Teguhkan Aswaja dan Gali Potensi Siswa

Lebih jauh, Mariyadi mengatakan penyelenggaraan lomba tidak semata-mata ditujukan untuk mencari pemenang. Ada sejumlah tujuan yang ingin dicapai, terutama dalam memperkuat pemahaman keislaman Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja), pembentukan karakter, sekaligus menggali potensi peserta didik.

Ia menyebut ada tiga tujuan utama kegiatan tersebut. Pertama, memantapkan dan meneguhkan akidah Islam Ahlussunnah wal Jamaah. Kedua, membangun karakter peserta didik dalam menjalankan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah. Ketiga, menggali potensi siswa melalui kegiatan yang kompetitif dan edukatif.

“Harapannya gini. Kita gelar acara itu adalah satu untuk memantapkan, meneguhkan akidah Islam Ahlussunnah wal Jamaah. Yang kedua otomatis karakter dalam berislam Ahlussunnah wal Jamaah. Yang ketiga adalah untuk menggali potensi mereka,” ungkapnya.

Menurut Mariyadi, lomba paduan suara juga memiliki manfaat tersendiri bagi peserta didik dan keluarga besar sekolah maupun madrasah. Dengan membawakan Mars Ma’arif dalam perlombaan, para peserta diharapkan semakin mengenal dan menghafal lagu tersebut.

“Dengan dilombakan otomatis mereka hafal dengan sendirinya itu,” katanya.

Mariyadi menegaskan, LP Ma’arif NU merupakan lembaga pendidikan yang besar sehingga keberadaannya di tengah masyarakat perlu terus diperkuat. Karena itu, kegiatan seperti lomba diharapkan turut membuat identitas dan nilai-nilai Ma’arif semakin dikenal oleh peserta didik serta keluarga besar sekolah dan madrasah.

Ia juga menyampaikan bahwa penyelenggaraan kegiatan tersebut mendapat pendampingan dan masukan dari jajaran PCNU Bojonegoro. Menurut Mariyadi, komunikasi antara LP Ma’arif NU dengan pengurus PCNU terus dilakukan dalam pelaksanaan kegiatan.

Ia menyebut arahan agar kegiatan semacam ini terus dilaksanakan dan jenis lombanya dikembangkan juga datang dari jajaran PCNU.

“Beliau memberikan saran, ‘Pak, tiap tahun hendaknya dicoba dilaksanakan dan ke depan lombanya supaya ditambah.’ Saya bilang, ‘Siap, Pak Dokter,’” ujar Mariyadi.

Melalui tiga lomba tersebut, PC LP Ma’arif NU Bojonegoro berharap Harlah ke-97 tidak hanya menjadi momentum peringatan hari lahir lembaga, tetapi juga menjadi ruang bagi peserta didik untuk memperkuat nilai Aswaja, mengembangkan bakat, serta mengenal lebih dekat identitas dan tradisi Nahdlatul Ulama.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *