Peduli Warga Terdampak Kemarau, YoBoseyo Kirim 8.000 Liter Air

Bantuan air bersih untuk warga Kedungadem
Warga menerima bantuan air bersih saat kemarau melanda wilayah Kedungadem, Bojonegoro.

JagatSembilan.com | Bojonegoro – Puncak musim kemarau pada September 2026 mulai berdampak terhadap ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Bojonegoro. Kondisi tersebut dirasakan warga Dusun Tlawah, Desa Panjang, Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro, yang mulai kesulitan memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

Kekeringan dilaporkan terjadi karena sejumlah sumber mata air mulai mengering. Bahkan, persediaan air dari sumur warga tidak lagi mencukupi untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Kondisi tersebut mendorong pemilik usaha dagang air kemasan Toko YoBoseyo, Jais, untuk menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan.

Pada Jumat (18/9/2026), bantuan air bersih disalurkan kepada warga di wilayah Desa Panjang, termasuk Dusun Sembadan, dengan total 8.000 liter air.

Jais mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap warga yang sedang menghadapi kesulitan mendapatkan air bersih akibat kemarau panjang.

“Semoga dengan sedikit bantuan ini bisa meringankan beban masyarakat dan menjadi berkah,” ujar Jais.

Ia juga membuka kemungkinan untuk kembali menyalurkan bantuan apabila warga menyiapkan tempat penampungan air sementara.

“Jika ada waktu luang dan warga mau membuat tampungan darurat, akan saya kirim bantuan lagi,” katanya.

Bantuan tersebut mendapat sambutan hangat dari warga. Jumain (60), salah seorang penerima bantuan, menyampaikan terima kasih atas kepedulian yang diberikan.

“Terima kasih atas bantuannya. Monggo pinarak teng griyo (singgah di rumah),” ujar Jumain sambil mempersilakan Jais berkunjung ke kediamannya.

Sementara itu, Hendrik, salah seorang pemuda Desa Sembadan, mengatakan warga siap membantu menyiapkan tempat penampungan air darurat agar distribusi bantuan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.

“Insyaallah saya dan warga lainnya siap membuatkan tampungan darurat di tempat yang lain, Mas, biar bantuan airnya merata,” kata Hendrik.

Warga menilai bantuan air bersih tersebut sangat membantu, terutama di tengah kondisi sumber air yang mulai terbatas. Mereka berharap persoalan kekeringan yang terjadi mendapat perhatian dari pemerintah desa maupun Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.

Di sisi lain, Kepala Desa Panjang Hari Hartono bersama Kepala Dusun (Kasun) Tlawah turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas bantuan air bersih tersebut.

Menurutnya, bantuan itu turut meringankan tugas pemerintah desa dalam memenuhi kebutuhan warga yang terdampak kekeringan.

Dengan kondisi kemarau yang masih berlangsung, kebutuhan air bersih masyarakat di sejumlah wilayah terdampak diperkirakan tetap menjadi perhatian penting, terutama bagi warga yang sumber airnya mulai mengering.(Rudi/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *