JagatSembilan.com | Bojonegoro – Perum Bulog Cabang Bojonegoro sudah mulai masif melakukan penyaluran Program Bantuan Pangan (Banpang) Tahap II untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026. Secara keseluruhan, beras bantuan pangan sebanyak 19.200 ton akan diserahkan kepada 640.002 PBP yang tersebar di Kabupaten Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan.
Kepala Perum BULOG Bojonegoro Umar Said bersama anggota Komisi IV DPR RI Eko Wahyudi melakukan kegiatan penyaluran Bantuan Pangan Beras di Desa Jatiklabang Kecamatan Jatirogo Kabupaten Tuban dan desa Banjarsari Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro. Kamis (17/9/2026).
Dalam pelaksanaannya, untuk memastikan penyaluran tepat jumlah dan tepat sasaran, BULOG sudah membentuk Satuan Petugas (Satgas) yang berfungsi untuk menyerahkan beras Bantuan Pangan langsung ke PBP. Petugas ini nantinya akan menggunakan aplikasi terintegrasi dimana pada saat penyerahannya secara sistem dipersyaratkan dilakukan pengambilan foto PBP beserta beras sebanyak 30 kg.
Selain memastikan pelaksanaan penyaluran, kegiatan ini juga memastikan kualitas beras yang akan disalurkan memenuhi standar.
Di sela kegiatan pengawalan penyaluran bantuan pangan beras Umar Said mengatakan, berdasarkan petunjuk teknis yang diterima, setiap Penerima Bantuan Pangan (PBP) akan memperoleh bantuan beras sebanyak 10 kilogram setiap bulan. Karena penyaluran dilakukan sekaligus untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026, maka setiap PBP akan menerima total 30 kilogram beras.
“Prosedur pemeriksaan kualitas, pengemasan dan pemrosesan ulang beras sudah dilakukan sebelum dilakukan penyaluran ke PBP,” ujar Umar.
Umar pada kesempatan itu juga mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa apabila PBP mendapati kualitas beras bantuan pangan yang tidak sesuai, dapat dilakukan penukaran dengan menghubungi layanan pengaduan BULOG, Satgas Bapang Bulog di desa, dan aparat desa, untuk segera dilakukan penggantian beras bantuan pangan dengan kualitas baik.
Sementara itu Eko Wahyudi mengatakan kegiatan ini dilakukan guna memastikan penyaluran Bantuan Pangan terlaksana dengan baik dan diterima oleh masyarakat sesuai ketentuan.
“Berdasarkan pemantauan kami, secara tata cara teknis penyaluran Bantuan Pangan juga sudah melibatkan kolaborasi dengan pemerintah daerah hingga pemerintah desa sehingga diharapkan semua berjalan lancar dan masyarakat mendapatkan manfaat dari program ini,” ujar Eko Wahyudi.
BULOG memiliki posisi yang sangat strategis dalam pelaksanaan program ini. Dengan dukungan pemerintah daerah dan seluruh stakeholder. Pihaknya juga ingin memastikan penyaluran bantuan beras ini terus bergulir sesuai ketentuan, dari tingkat provinsi hingga kelurahan sehingga ketahanan pangan di tingkat rumah tangga juga kuat.
Melalui sinergi pemerintah pusat, DPR RI, pemerintah daerah, dan Perum BULOG, Bantuan Pangan Beras terus dihadirkan untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat. BULOG berkomitmen menjalankan penugasan pemerintah dan terus memprioritaskan pelayanan kepada masyarakat dengan prima selama penyaluran bantuan pangan termasuk penyediaan beras dengan kualitas yang baik kepada warga.(Red)














