Perkuat Sinergi, MUI Purwosari Didampingi Camat Gelar Silaturahim di Ketua MUI Bojonegoro

Pengurus MUI Purwosari bersama MUI Bojonegoro
Pengurus MUI Kecamatan Purwosari bersama jajaran MUI Kabupaten Bojonegoro dalam agenda silaturahim dan audiensi.

JagatSembilan.com | Bojonegoro – Pasca pengukuhan pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) tingkat kecamatan yang dilaksanakan secara serentak di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro pada 5 September 2026, jajaran pengurus MUI Kecamatan Purwosari melakukan silaturahim dan audiensi dengan Ketua MUI Kabupaten Bojonegoro, KH. Alamul Huda di komplek Ponpes Al-Rosyid Desa Ngumpakdalem Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro. Sabtu (26/9/2026).

Silaturahim tersebut dipimpin Ketua MUI Kecamatan Purwosari, K. Ghufron Munajat, bersama beberapa pengurus harian. Mereka didampingi Dewan Pembina MUI Kecamatan Purwosari, yakni Ike Widyaningrum Camat Purwosari dan Kepala KUA Kecamatan Purwosari.

Agenda tersebut tidak hanya menjadi momentum silaturahmi setelah pengukuhan kepengurusan, tetapi juga sebagai upaya memperkuat sinergi antara MUI Kecamatan Purwosari dengan MUI Kabupaten Bojonegoro.

Camat Purwosari Ike Widyaningrum pada JagatSembilan.com menyampaikan bahwa silaturahmi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara MUI Kecamatan Purwosari dengan MUI Kabupaten Bojonegoro, sekaligus membangun komunikasi dan kolaborasi dengan jajaran Forkopimcam.

“Sinergi antara ulama dan umaro penting untuk bersama-sama menjaga kondusivitas wilayah, termasuk dalam menghadapi berbagai persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat,” kata Ike.

Ia berharap keberadaan kepengurusan MUI Kecamatan Purwosari yang baru dapat semakin memperkuat peran ulama dalam mendukung program-program pemerintah serta ikut menjaga keamanan, ketertiban, dan keharmonisan masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut, Ketua MUI Kabupaten Bojonegoro, KH. Alamul Huda, juga menyampaikan arahan agar seluruh pengurus MUI di tingkat kecamatan senantiasa membangun dan menjaga sinergi dengan berbagai jajaran, khususnya Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam).

Sinergi tersebut dinilai penting untuk membangun kolaborasi bersama sekaligus menjaga kondusivitas wilayah. Peran ulama dan umaro diharapkan terus ditunjukkan, terutama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta memitigasi dan meredam potensi konflik maupun persoalan sosial.

Kolaborasi antara ulama dan umaro juga dinilai dapat memperkuat pelaksanaan berbagai program pemerintah di tingkat kabupaten maupun kecamatan.

Dengan terbangunnya sinergi dan kolaborasi yang baik, program-program yang dijalankan pemerintah kabupaten dan kecamatan diharapkan memperoleh dukungan sehingga dapat terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *