JagatSembilan.com | BOJONEGORO — Pembangunan infrastruktur jalan menjadi salah satu perhatian utama dalam kunjungan Medhayoh Bupati Bojonegoro Setyo Wahono ke Desa Napis, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Kamis (1/10/2026). Dua paket rekonstruksi jalan dengan nilai anggaran sekitar Rp22 miliar menjadi bagian dari pembangunan yang disoroti dalam pertemuan tersebut.
Bupati Setyo Wahono hadir bersama jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), badan usaha milik daerah (BUMD), dan Jamsostek. Kedatangan Bupati disambut Pemerintah Desa Napis bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Tambakrejo.
Kunjungan tersebut menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus melihat langsung kondisi Desa Napis yang memiliki wilayah sangat luas dan sebagian berada di kawasan hutan.
Dua Paket Rekonstruksi Jalan Capai Sekitar Rp22 Miliar
Kepala Desa Napis Mulyono dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Bojonegoro atas pembangunan infrastruktur jalan yang telah dianggarkan di wilayahnya.
Ia menyebut Desa Napis memiliki 11 dusun, 60 RT, 11 RW, dan jumlah penduduk hampir 9.000 jiwa. Luasnya wilayah serta kondisi geografis yang berada di kawasan hutan membuat akses jalan menjadi kebutuhan penting masyarakat.
Mulyono menyampaikan pembangunan Rekonstruksi Jalan Napis–Watujago serta Rekonstruksi Jalan Watujago–Bobol menjadi bagian dari perhatian pemerintah terhadap akses masyarakat Napis.
Nilai kedua paket pekerjaan tersebut secara keseluruhan berada di kisaran Rp22 miliar.
“Anggarannya juga sangat luar biasa, kurang lebihnya Rp6 miliar. Yang Watujago sampai arah Bobol itu Rp16 sekian miliar,” ujar Mulyono.
Berdasarkan nomenklatur paket pekerjaan dalam SiRUP LKPP, Rekonstruksi Jalan Napis–Watujago memiliki anggaran sekitar Rp6 miliar, sedangkan Rekonstruksi Jalan Watujago–Bobol sekitar Rp16 miliar.
Bagi masyarakat Napis, pembangunan tersebut dinilai penting karena akses jalan menjadi penghubung aktivitas warga di wilayah yang membentang luas di kawasan hutan.
Kades Napis Apresiasi Perhatian Pemkab
Mulyono menyampaikan terima kasih kepada Bupati Setyo Wahono, Wakil Bupati Nurul Azizah, serta jajaran Dinas Pekerjaan Umum atas perhatian terhadap pembangunan di Napis.
“Kami atas nama pemerintah mengucapkan banyak terima kasih, terutama sudah dianggarkan untuk pembangunan jalan Watujago-Napis,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas pembangunan yang telah dilaksanakan di kawasan Dusun Kalidandang dan sejumlah wilayah lainnya.
“Mohon izin kami atas nama pemerintah desa dan mewakili semua warga masyarakat yang ada di pinggiran hutan, mengucapkan banyak terima kasih, Bapak,” ucap Mulyono.
Menurutnya, pembangunan jalan tersebut memberikan harapan baru bagi masyarakat yang selama ini menghadapi tantangan akses akibat kondisi geografis Napis.
Pemdes Minta Pembangunan Jalan Berlanjut
Meski mengapresiasi pembangunan yang telah berjalan, Pemdes Napis masih menyampaikan sejumlah aspirasi terkait infrastruktur.
Mulyono meminta pembangunan dilanjutkan, terutama ruas jalan yang masih berupa tanah dan akses menuju wilayah Bodi serta Tawaran.
“Karena ini menjelang musim hujan, mewakili masyarakat Napis yang arah Bodi dan Napis Tawaran, harapannya kami mohon untuk berkelanjutan pembangunannya, Bapak,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan pembangunan jalan di Dusun Jubleek telah dianggarkan melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK).
Mulyono berharap ruas jalan dan jembatan yang menjadi kewenangan Kabupaten Bojonegoro dapat terus mendapat perhatian.
“Harapan kami karena jalan ini sudah milik Kabupaten, mohon perbaikan jalan yang masih tanah dan jembatan arah Bodi dan Tawaran,” pintanya.
Bupati Ingat Kondisi Jalan Napis Puluhan Tahun Lalu
Dalam sambutannya, Bupati Setyo Wahono mengatakan kunjungannya ke Napis merupakan kesempatan untuk bersilaturahmi sekaligus melihat langsung kondisi masyarakat.
Ia mengaku pernah datang ke Napis sekitar 15 hingga 20 tahun lalu. Saat itu, kondisi akses menuju Napis masih sangat buruk.
“Tapi alhamdulillah saat niki sampun sae berkat dukungan Bapak-Bapak sedoyo,” kata Setyo.
Bupati mengatakan pembangunan infrastruktur di Napis dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi wilayah yang luas.
Ia juga menanggapi persoalan jalan yang selama ini kerap menjadi perhatian masyarakat.
“Napis itu selalu viral dengan jalannya. Ya harus kita maklumi, wong ombo, pol-polan. Tapi pelan-pelan terus kita perbaiki dan kita tata,” ujarnya.
Bupati Tekankan Pendidikan dan Kesehatan
Selain pembangunan infrastruktur, Setyo Wahono dalam kunjungan tersebut juga menyoroti pelayanan dasar masyarakat.
Ia meminta pemerintah desa memastikan tidak ada anak di Napis yang belum mendapatkan akses pendidikan.
“Karena pendidikan itu menjadi skala prioritas kita semua. Saya yakin tidak ada Bapak Ibu yang anaknya ingin tidak sekolah,” katanya.
Bupati juga meminta para ketua RT membantu menyampaikan informasi apabila terdapat anak yang belum bersekolah agar pemerintah desa dapat mencari solusi.
Selain pendidikan, Setyo mendorong masyarakat mengikuti program Cek Kesehatan Gratis (CKG).
“Dipastikan bahwa masyarakatnya didorong untuk melakukan cek kesehatan gratis. CKG di setiap puskesmas itu gratis,” tuturnya.
Ia meminta pemerintah desa ikut mendorong masyarakat memanfaatkan layanan kesehatan tersebut sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat yang sehat.
Pemkab Usulkan Pemekaran Desa Napis
Dalam kesempatan tersebut, Setyo Wahono juga mengungkapkan bahwa Pemkab Bojonegoro telah mengusulkan pemekaran Desa Napis menjadi dua atau tiga desa.
Namun, usulan tersebut masih dalam proses dan belum mendapatkan keputusan.
“Kita sudah mengusulkan untuk dipecah Napis itu. Jadi bisa dua desa atau tiga desa. Tapi usulan itu masih dalam proses dan hari ini belum turun,” jelasnya.
Menurut Setyo, pemekaran bukan dimaksudkan untuk kepentingan kepala desa, tetapi untuk mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat.
“Biar warganya itu gampang untuk bersilaturahmi dan berkomunikasi dengan pemerintah desa,” katanya.
Ia menyebut luasnya wilayah Napis menjadi salah satu pertimbangan. Desa tersebut memiliki 11 dusun dan jumlah penduduk hampir 9.000 jiwa, dengan wilayah yang membentang hingga sejumlah kawasan perbatasan.
Napis Juga Butuh Dukungan Air
Setyo Wahono juga menyinggung kebutuhan air di wilayah Napis. Dalam kunjungan tersebut, sejumlah unsur dan instansi turut hadir sehingga dapat dilakukan sinkronisasi program sesuai kebutuhan masyarakat.
Bupati menyebut persoalan pangan, pertanahan, dan air sebagai beberapa hal yang perlu mendapat perhatian.
“Yang kedua, ini dari PDAM kaitannya sama air. Siapa tahu nanti Napis menjadi skala prioritas untuk bisa dibangun PDAM,” ujarnya.
Kunjungan Medhayoh Bupati Bojonegoro ke Desa Napis menjadi momentum untuk mempertemukan aspirasi masyarakat dengan program pembangunan pemerintah daerah.
Di tengah luasnya wilayah dan tantangan geografis kawasan hutan, pembangunan jalan menjadi salah satu kebutuhan utama masyarakat. Dua paket rekonstruksi jalan, yakni Napis–Watujago dan Watujago–Bobol, dengan nilai keseluruhan sekitar Rp22 miliar, menjadi bagian dari pembangunan infrastruktur yang disoroti dalam kunjungan tersebut.(Red)













