JagatSembilan.com | Bojonegoro – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026-2031, KH. Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, menghadiri reuni keluarga di Desa Brabowan, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Minggu (4/10/2026). Selain mempererat hubungan keluarga, Gus Kikin juga menyampaikan pesan agar silaturahmi terus dijaga dan tidak mudah terputus.
Reuni keluarga tersebut digelar di pendapa kolam renang Brata Tirta milik keluarga H. Basit. Gus Kikin tiba sekitar pukul 09.00 WIB bersama istrinya, Hj. Lelly Lailiyah Novianti.
Kedatangannya disambut keponakannya, dr. Briliana Puspa Sabirin, bersama suaminya, Kolonel Agus Riyanto, serta keluarga besar H. Basit.
Gus Kikin Rutin Hadiri Reuni Keluarga
dr. Briliana Puspa Sabirin merupakan anak dari kakak Gus Kikin. Sementara Kolonel Agus Riyanto merupakan suami dr. Briliana dan berasal dari Desa Brabowan. Saat ini, Agus Riyanto berdinas di Kementerian Pertahanan (Kemenhan).
Menurut Agus, Gus Kikin selalu berupaya hadir dalam reuni keluarga yang digelar setiap tiga atau empat bulan sekali. Kehadiran tersebut dilakukan apabila tidak sedang memiliki agenda lain.
“Kalau beliau tidak ada acara pasti selalu rawuh,” kata Agus.
Reuni keluarga Banu Muhammad Seblak Jombang kali ini dihadiri sekitar 70 orang. Para anggota keluarga datang dari sejumlah daerah, di antaranya Bandung, Jakarta, Semarang, Surabaya, Malang, Kediri, dan Jombang.
“Biasanya ada 100 lebih. Tempat reuninya selalu berganti. Dan hari ini di sini,” terangnya.
Agus berharap kegiatan tersebut dapat terus dipertahankan sebagai sarana mempererat silaturahmi antarkeluarga.
“Semoga terus langgeng. Jangan sampai kepaten obor. Jangan sampai putus hubungan keluargaan antarkerabat dan leluhur,” pungkas Agus.
Pernah Sering Datang ke Brabowan
Yani Eko Wahyudi menambahkan, Gus Kikin sebelumnya sudah beberapa kali datang ke rumah keluarganya di Desa Brabowan.
Menurut dia, Gus Kikin pernah sering berada di wilayah tersebut ketika mengerjakan proyek migas Tiung Biru (TBR) di Desa Kalisumber, Kecamatan Tambakrejo.
“Dulu sering ke sini. Apalagi dulu perusahaannya pernah membuka kantor di Cepu, saat masih ngurusi proyek migas,” pungkas saudara Kolonel Agus Riyanto.
Selain keluarga besar, kedatangan Gus Kikin di Brabowan juga disambut Ketua Fraksi PKB DPRD Bojonegoro M Suparno, Rais Syuriah MWCNU Gayam KH. M. Sholihin Shohih, serta sejumlah tokoh masyarakat Desa Brabowan.
Gus Kikin Minta Warga NU Introspeksi Diri
Di sela kunjungannya tersebut, Gus Kikin juga menyampaikan pandangannya mengenai dinamika yang berkembang setelah Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.
Ketua Umum PBNU periode 2026-2031 itu meminta semua pihak melakukan musahabah atau introspeksi diri dan tidak mudah terprovokasi.
Pernyataan tersebut disampaikan Gus Kikin menanggapi isu tak sedap terkait pelaksanaan Muktamar ke-35 NU, mulai dari tudingan adanya money politic atau politik uang, aliran dana, hingga intervensi pihak luar.
Menurut Gus Kikin, terdapat dua cara untuk menghadapi gangguan terhadap NU, baik yang berasal dari luar maupun dari dalam. Ia kemudian mengutip Surah Al Falaq untuk mengusir gangguan dari luar dan Surah An Nas untuk menghadapi gangguan dari internal.
“Di situ ada satu nama Allah. Kalau gangguan dari dalam, karena bisikan-bisikan, itu ada tiga, qul a‘ûdzu birabbin-nâs, malikin-nâs, dan ilâhin-nâs. Ada tiga nama Allah yang dipakai di situ,” tuturnya kepada suarabanyuurip.com saat menghadiri reuni keluarga di Desa Brabowan, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Minggu (4/10/2026).
Gus Kikin kemudian menjelaskan filosofi dari dua surah tersebut dalam kaitannya dengan berbagai tudingan miring mengenai pelaksanaan Muktamar ke-35 NU.
Ingatkan Pentingnya Musahabah
Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng tersebut mengingatkan agar setiap pihak tidak terburu-buru menunjuk kesalahan kepada orang lain. Menurutnya, introspeksi diri menjadi hal penting sebelum memberikan penilaian terhadap pihak lain.
“Makanya, kalau seseorang menunjuk itu jarinya satu ke sana dan tiga jarinya ke dirinya sendiri. Artinya apa, kita diminta musahabah, introspeksi. Itu nomor satu,” ujar pengasuh Ponpes Tebuireng itu.
Gus Kikin juga menyinggung adanya pihak-pihak yang menyalahkan hasil muktamar tanpa terlebih dahulu melakukan introspeksi terhadap diri sendiri.
“Biasa kita itu selalu menunjuk orang lain, padahal sebenarnya dirinya sendiri. Yang terpenting itu kita musahabah, introspeksi. Itu yang bisa membentingi diri kita. Tidak mudah nyalahin orang, dan tidak mudah terprovokasi,” beber pendiri PT Energi Mineral Langgeng (EML) yang bergerak dibidang minyak dan gas bumi (migas).
Ajak Warga NU Bersatu
Gus Kikin mengajak seluruh warga NU untuk tetap menjaga persatuan dan melebur dalam rumah besar PBNU. Menurutnya, persatuan penting agar warga NU tidak mudah dihasut, baik oleh pihak dari luar maupun dari dalam.
Ia menegaskan bahwa perbedaan tidak seharusnya menjadi alasan untuk memecah persatuan.
“Islam itu tidak boleh terpecah-pecah. Harus bersatu. Kalau terpecah gampang dibisikin,” pungkasnya.(red)













