JagatSembilan.com | BOJONEGORO — Siswa-siswi MI Hidayatut Tholibin, Desa Bendo, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, turut mengisi acara tasyakuran khitanan M. Juna Revano Putra dengan menampilkan kegiatan ekstrakurikuler Muhadhoroh, Senin (5/10/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Mojoranu, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro. Dalam kesempatan itu, para siswa tampil membawakan sejumlah rangkaian acara keagamaan di hadapan Lukman Hakim Kepala Desa Mojoranu dan Perangkatnya, Gus Gendeng Pembicara Utama dalam acara itu, keluarga dan ratusan tamu undangan lainnya.
Rangkaian Muhadhoroh diawali dengan Pramudya sebagai pembawa acara yang memandu jalannya kegiatan. Selanjutnya, Miftahul Khoir tampil membacakan ayat suci Al-Qur’an.
Penampilan kemudian dilanjutkan dengan tahfidz Al-Qur’an juz 19 dan 20 yang dibawakan oleh Alkha dan Aqil. Suasana semakin khidmat saat Tsalisa bersama teman-temannya membawakan sholawat bil qiyam.
Sementara itu, mauidhoh hasanah disampaikan oleh Hisam. Melalui penampilan tersebut, para siswa tidak hanya menunjukkan kemampuan di bidang keagamaan, tetapi juga mempraktikkan keberanian dan keterampilan berbicara di hadapan masyarakat.
Kepala MI Hidayatut Tholibin, Khoirul Basyar, menyampaikan rasa terima kasih kepada keluarga Bukhari selaku sohibul bait yang telah memberikan kesempatan kepada keluarga besar madrasah untuk tampil dalam acara tersebut.
“Bapak-Ibu yang kami banggakan, saya ucapkan banyak terima kasih kepada sohibul bait yaitu Bapak Bukhari sekeluarga, karena pada malam hari ini kami dari keluarga besar dari MI Hidayatul Mubtadi’in diberikan kesempatan untuk tampil di hadapan Bapak-Ibu semua,” ujar Khoirul Basyar dalam sambutannya.
Ia mengatakan, kesempatan tersebut menjadi ruang bagi para siswa untuk tampil dan menyajikan rangkaian acara di tengah masyarakat.
Menurutnya, tanpa izin dan waktu yang diberikan oleh keluarga sohibul bait, para siswa tidak dapat tampil sesuai dengan yang telah dipersiapkan.
Khoirul Basyar juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam penampilan maupun sajian acara yang dibawakan para siswa terdapat kekurangan atau hal yang kurang berkenan.
“Saya ucapkan banyak terima kasih dan mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila saya dan juga anak-anak kami dalam memberikan sajian, membawakan sebuah acara di malam hari ini, ada yang kurang berkenan, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya,” katanya.
Lebih lanjut, Khoirul menjelaskan bahwa siswa-siswi yang tampil dalam Muhadhoroh tersebut merupakan teman dari M. Juna Revano Putra yang hadir untuk bersama-sama mensyukuri pelaksanaan khitanan.
“Dan yang terakhir saya sampaikan bahwa malam hari ini yang tampil di hadapan Bapak-Ibu ini adalah siswa-siswi kami, teman dari Mas Juna Revano Putra yang pada malam hari ini diundang untuk bersama mensyukuri nikmat, yaitu dengan dihitannya Mas Juna Revano Putra dalam keadaan sehat walafiat,” tuturnya.
Ia berharap tasyakuran khitanan tersebut menjadi momentum bagi Juna untuk tumbuh menjadi anak yang bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, agama, dan lingkungan tempat tinggalnya.
“Mudah-mudahan dengan adanya tasyakuran ini, Mas Juna besok bisa menjadi anak yang berguna bagi nusa, bangsa, dan juga agama serta lingkungan di Desa Mojoranu ini,” pungkas Khoirul.
Kegiatan Muhadhoroh tersebut sekaligus menjadi sarana bagi siswa MI Hidayatut Tholibin untuk mempraktikkan kemampuan yang diperoleh melalui kegiatan ekstrakurikuler. Selain melatih keberanian dan kemampuan berbicara di depan umum, penampilan tersebut juga memberikan pengalaman kepada siswa untuk terlibat langsung dalam kegiatan keagamaan di tengah masyarakat.(Red)













