PEPC Zona 12 Tuntaskan Transformasi Hutan Sekolah Jadi Arboretum, Perkuat Komitmen Pengurangan Emisi Karbon Sekitar Wilayah Operasi

Kegiatan penanaman pohon dalam program Arboretum Hutan Sekolah PEPC Zona 12.
Kegiatan penanaman pohon sebagai bagian dari Program Biru Langit Jambaran Tiung Biru untuk mendukung pengurangan jejak emisi karbon berbasis sekolah.

JagatSembilan.com | Bojonegoro – Komitmen PT Pertamina EP Cepu (PEPC) Jambaran – Tiung Biru, sebagai operator Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB), dalam mendukung mitigasi perubahan iklim kembali menunjukkan hasil positif. Melalui Program Biru Langit Jambaran Tiung Biru “Pengurangan Jejak Emisi Karbon Berbasis Sekolah”, yang dijalankan bersama mitra pelaksana ADEMOS Indonesia, fasilitas Hutan Sekolah di dua sekolah binaan resmi bertransformasi menjadi Arboretum dengan capaian fisik 100 persen sepanjang tahun lalu.

Transformasi ini menandai babak baru dari perjalanan program yang telah berlangsung sejak 2022. Jika pada tahun pertama fokusnya adalah edukasi dasar tentang jejak emisi karbon dan penanaman 12.000 vegetasi di bantaran Sungai Gandong, serta tahun selanjutnya diisi dengan penggalian data emisi berbasis digital dan penguatan legalitas hutan sekolah, maka tahun 2025 menjadi fase penyempurnaan infrastruktur pendukung.

Di SMPN 1 Ngasem dan SMPN 2 Purwosari, empat fasilitas utama kini berdiri kokoh dan siap dimanfaatkan. Saung belajar atau gazebo sebagai ruang kelas terbuka, green house untuk pembibitan & etalase botani, mini embung sebagai sarana konservasi air, serta akses jalur batas area hutan sekolah. Seluruh pembangunan telah melalui proses monitoring berkala oleh tim teknis ADEMOS bersama pihak sekolah, memastikan kualitas struktur dan fungsi tiap fasilitas berjalan sesuai standar.

Penanaman vegetasi endemik dan pohon peneduh di kedua sekolah turut dirampungkan hingga densitas optimal, melengkapi koleksi Arboretum sekaligus memperkuat fungsi kawasan sebagai penyerap karbon dan penyaring polutan udara. Total penerima manfaat langsung dari program ini mencapai 989 warga sekolah, ditambah 20 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari Desa Dolokgede, Tambakrejo, Bojonegoro.

Head of Communication Relations & CID PEPC Zona 12, Weanny Hikmat, menegaskan bahwa penyelesaian Arboretum ini merupakan wujud konsistensi perusahaan dalam menjalankan program tanggung jawab sosial yang berkelanjutan.

“Kami ingin program ini tidak berhenti pada pembangunan fisik semata. Arboretum yang telah rampung 100 persen ini kami harapkan benar-benar menjadi laboratorium alam yang hidup, sekaligus bukti nyata sinergi antara PEPC Zona 12, sekolah, dan masyarakat sekitar dalam mendukung upaya pengurangan jejak emisi karbon secara berkelanjutan,” ujarnya.

Kepala Sekolah SMPN 1 Ngasem, Ahmad Sodikin, menyampaikan apresiasinya atas kehadiran fasilitas baru tersebut.

“Dulu siswa hanya belajar tentang lingkungan lewat buku. Sekarang dengan adanya gazebo, greenhouse, dan embung ini, mereka bisa langsung praktik, mulai dari menanam, merawat, sampai memahami bagaimana pohon menyerap emisi karbon. Ini sangat membantu sekolah menanamkan kepedulian lingkungan sejak dini kepada anak-anak,” ungkapnya.

Sebagai bentuk akuntabilitas, tim pelaksana turut menyusun dokumen Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) dan Social Return on Investment (SROI) untuk mengukur dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan dari setiap investasi program. Keberlanjutan program ke depan juga telah dipayungi legalitas berupa Surat Keputusan (SK) Hutan Sekolah, penguatan Komite Imbal Jasa Sekolah, serta sinergi berkelanjutan antara PEPC JTB, pemerintah desa, dan dinas terkait.

Arboretum yang telah terbangun bukan sekadar aset fisik semata, melainkan investasi jangka panjang bagi lingkungan dan pendidikan. Program ini telah berlanjut pada 2026 dengan pengembangan dashboard pemantauan jejak emisi sekolah, penyusunan standard operating procedure (SOP) pengelolaan Hutan Sekolah dan kompos, hingga penerbitan buku perjalanan program serta melanjutkan komitmen PEPC JTB menjadikan sekolah sebagai pionir gerakan Net Zero Emission di tingkat lokal.

Program Biru Langit ini sekaligus menegaskan posisi PEPC JTB sejalan dengan arah kebijakan global dalam upaya pengurangan emisi karbon menuju target Net Zero Emission. Bagi PEPC JTB langkah ini bukan sekadar pemenuhan tanggung jawab sosial, melainkan bagian dari upaya menciptakan lingkungan operasi yang berkelanjutan. Dengan lingkungan sekitar wilayah kerja yang terjaga dan hubungan harmonis bersama masyarakat serta stakeholders, kelancaran operasi JTB turut terjaga, sehingga PEPC JTB terus mengemban amanah dalam mendukung pemenuhan kebutuhan energi nasional. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *