JagatSembilan.com | Bojonegoro – Kabar menggembirakan datang dari upaya Kabupaten Bojonegoro memperoleh pengakuan internasional melalui program UNESCO Global Geopark (UGGp). Pengajuan Geopark Bojonegoro telah diterima secara bulat atau unanimous oleh UNESCO Global Geoparks Council dalam agenda 11th Meeting of the UNESCO Global Geoparks Council yang berlangsung pada 2–4 November 2026.
Kepastian tersebut disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bojonegoro, Helmi Elisabeth, melalui konfirmasi WhatsApp kepada JagatSembilan.com.
Helmi membenarkan informasi yang beredar mengenai persetujuan bulat terhadap pengajuan Geopark Bojonegoro dalam pertemuan tersebut.
“Informasi di atas adalah benar. Namun, Geopark Bojonegoro belum resmi menyandang status UNESCO Global Geopark sebelum mendapatkan sertifikat atau pengesahan dari UNESCO,” jelas Helmi, Senin (2/11/2026).
Menurutnya, penyerahan sertifikat direncanakan dalam pertemuan yang diselenggarakan UNESCO pada 2027.
Helmi juga menjelaskan bahwa kewenangan penerbitan dan pengesahan sertifikat bukan berada pada UNESCO Global Geoparks Council (UGGp Council), melainkan melalui otoritas UNESCO.
Penjelasan tersebut, lanjut Helmi, diperoleh dari Pak Hanang Samodra yang mengetahui proses pengajuan Geopark Bojonegoro.
Persetujuan Bulat Jadi Capaian Penting
Persetujuan secara unanimous menjadi tahapan penting dalam perjalanan Geopark Bojonegoro menuju pengakuan internasional.
Sebelumnya, Geopark Bojonegoro telah menjalani proses validasi lapangan oleh tim asesor UNESCO pada 27 Juli hingga 1 Agustus 2026. Proses tersebut mencakup peninjauan potensi geologi, keanekaragaman hayati, warisan budaya, pengelolaan kawasan, konservasi, hingga pemberdayaan masyarakat.
Bojonegoro sendiri masuk dalam daftar pengajuan geopark baru yang dipertimbangkan UNESCO pada 2026.
Dengan adanya persetujuan bulat dari UNESCO Global Geoparks Council, proses pengajuan Geopark Bojonegoro kini memasuki tahapan berikutnya menuju pengesahan resmi.
Menunggu Pengesahan UNESCO pada 2027
Meski telah memperoleh persetujuan bulat dari Council, masyarakat Bojonegoro masih perlu menunggu proses penerbitan sertifikat atau pengesahan resmi dari UNESCO.
Penyerahan sertifikat yang direncanakan pada 2027 akan menjadi tahapan penting untuk memastikan status Geopark Bojonegoro sebagai bagian dari jaringan UNESCO Global Geoparks.
Capaian ini diharapkan semakin memperkuat upaya pelestarian warisan geologi, pengembangan pariwisata berkelanjutan, pemberdayaan masyarakat, serta pengenalan potensi alam dan budaya Bojonegoro di tingkat internasional.(Red)













