Demi Dukung Nurul Azizah dan Nafik Sahal, Ratusan Kader Nasdem Mengaku Siap Disanksi

Ratusan Kader Partai NasDem Kabupaten Bojonegoro mengaku siap menerima sanksi buntut dukungan kepada Hj. Nurul Azizah dan Nafik Sahal sebagai Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Bojonegoro periode 2024-2029.

Alham M. Ubey salah satu kader NasDem Bojonegoro mengatakan, ratusan kader Partai NasDem Bojonegoro mengaku siap jika ada sanksi dari partai.

“Mereka rata-rata bilang dipecat dari partai NasDem pun gak masalah, katanya. Begitulah aspirasinya,” kata Alham M. Ubey yang juga Ketua Dewan Pertimbangan Partai NasDem Bojonegoro, yang masih aktif ini.

Arah dukungan politik antara kader dengan partainya, terjadi di Partai NasDem Bojonegoro. Arah dukungan kader mayoritas ke Nurul Azizah-Nafik Sahal. Sementara partai NasDem infonya memberikan rekomnya ke Ana Muawanah.

“Info santernya, Rekom DPP NasDem diberikan kepada Ana Muawanah pada Pilkada serentak 2024 nanti. Namun, kami, mayoritas kader dan simpatisannya, mendukung Nurul Azizah, sebagai calon independen, di Pilkada Bojonegoro,” kata Alham M. Ubey,

Menurut Alham, setidaknya ada 21 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) (tingkat kecamatan) dari 28 DPC Partai NasDem di Bojonegoro bergabung di barisan yang mendukung Nurul Azizah yang berpasangan dengan Nafik Sahal, yang bakal maju di Pilkada Bojonegoro, 27 Nopember 2024 nanti, dari jalur independen.

“Beberapa pengurus DPD NasDem Bojonegoro juga bergabung di Kaukus Perubahan Bojonegoro, yang mendukung Bu Nurul ini. Saya sendiri Ketua Dewan Pertimbangan partai NasDem Kabupaten Bojonegoro. Beberapa pengurus DPD lainnya juga sama seperti saya, aspirasinya,” kata Alham M. Ubey kepada media ini.

Menurut mantan ketua Panwaslu kabupaten Bojonegoro pada pemilu 2004 dan 2009 ini, ratusan kader dan simpatisan partai NasDem yang bergabung di Kaukus Perubahan Bojonegoro ini sifatnya individual, sesuai aspirasi hati para kader.

Hingga saat ini, kader dan simpatisan NasDem yang siap memperjuangkan dan memenangkan Nurul -Nafik sudah terdaftar sekitar 350 orang lebih.

Jumlah sebanyak itu, lanjutnya, belum termasuk para pengurus Dprt (tingkat desa) yang dibawahinya. “Tentu, para Dprt ini juga membawahi kader dan simpatisan di tiap2 RT dan TPS,” katanya.

Kalimat senada, disampaikan Ibnu Mukti, Ketua DPC aktif Partai NasDem, Kecamatan Padangan dan Suharno mantan ketua DPC NasDem Kecamatan Baureno.

Menurut kader-kader militan NasDem ini, sebaiknya DPP melihat kenyataan aspirasi para kader dan simpatisannya di Bojonegoro, yang mayoritas mendukung Nurul-Safik. “Rekom DPP harusnya diberikan kepada Bu Nurul. Kami mohon dicabut aja deh rekom DPP ke Ana Muawanah itu, tidak aspiratif,” kata Suharno.

Saat ini, menurut Alham, para kader dan simpatisan di 21 kecamatan terus melakukan konsolidasi dan merapatkan barisan untuk Nurul – Nafik. “Para kader yang bergabung ini tidak hanya pengurus struktural partai saja Lo. Tapi organisasi-organisasi sayap, seperti Baret Garda, Garnita, KSNC, juga bergabung,” pungkasnya.

Sekilas tentang Partai NasDem Bojonegoro, pada pemilu legislatif 2024 lalu, hanya mendapat 1 kursi DPRD Bojonegoro. Perolehan ini termasuk merosot tajam dibanding perolehan kursi pada pileg 2009 (2 kursi) dan 2019, mendapat 3 kursi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *