JagatSembilan.com | Lamongan – Sebagai negara muslim terbesar kedua setelah Pakistan, Indonesia ibarat api dalam sekam. Dengan keanekaragaman agama, etnis dan latar sosial, negara ini menyimpan potensi konflik yang mengerikan. Menyadari hal ini, Lembaga Pengembangan Pesantren dan Diniyah (LPPD) Jawa Timur menyelenggarakan Workshop dengan tema “Pengembangan Islam Wasathiyah, Penguatan NKRI dan Overview Program LPPD” pada Sabtu (29/06/2024).
Kegiatan ini diselenggarakan di beberapa Badan Koordinator Wilayah, antara lain di Bakorwil Madura bertempat di IAIN Pamekasan, Bakorwil Malang bertempat di kampus Unisma, Bakorwil Jember bertempat di Kampus IAI at-Taqwa, Bondowoso dan Bakorwil Madiun yang diselenggarakan di Trenggalek. Sedangkan Bakorwil Bojonegoro, Universitas Islam Lamongan didapuk menjadi tuan rumah dalam agenda tersebut. Hadir dalam kegiatan ini antara lain PTKI dan Ma’had Aly mitra penyelenggara beasiswa LPPD Jatim, yaitu: UNISDA, UNU Giri Bojonegoro, IAI Qomaruddin, IAI Tabiyatut Tholabah, IAI NU Tuban, UNISLA, IAI Darut Taqwa, Ma’had Aly Hasaniyah, Ma’had Aly Ibrohimy, dan Unkafa.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Winarto Eka Wahyudi, M. Pd. I selaku wakil Rektor III Unisla mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dari LPPD Provinsi Jawa Timur menjadikan Unisla sebagai tuan rumah kegiatan strategis ini. Ia dalam sambutannya menegaskan bahwa Unisla selalu siap berkolaborasi dengan instansi pemerintahan provinsi dan institusi lain untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
“Kami memiliki 20 program studi yang diantaranya adalah dua program pascasarjana. Sehingga Unisla selalu pede jika diajak berkonstribusi di tingkat provinsi dan skala lebih luas dalam kerja-kerja akademik dan non akademik untuk kepentingan masyarakat Indonesia, khususnya Jawa Timur,” tegasnya dalam sambutan.
Sementara itu dalam sambutan berikutnya, Prof. Dr. H. Achmad Muhibin Zuhri, M. Ag selaku sekretaris LPPD Jatim menegaskan, bahwa Islam Wasathiyah menjadi khazanah intelektual pesantren yang harus dikampanyekan melalui forum-forum ilmiah. Guru Besar Teologi Islam Kontemporer ini menambahkan, bahwa salah satu misi LPPD adalah konsistensinya dalam menyuarakan dan mengkaji keberagamaan moderat melalui program kerja yang sudah diinisiasi dengan institusi mitra, baik pesantren, PTKI/ PTKIN dan Ma’had Aly seluruh Jawa Timur.
“LPPD tidak hanya sekedar memberikan beasiswa bagi pesantren atau santri, namun juga turut serta berkonstribusi dalam pembangunan masyarakat Jawa Timur yang lebih agamis, moderat dan toleran” tuturnya dalam sambutan.
Sementara itu, Direktur Pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya, Prof. Masdar Hilmy, P.hD memberikan pemaparan lebih ekstensif dan eksplanatif tentang diskursus Islam Wasathiyah. Menurutnya, tidak ada silabus dan kajian khusus tentang ap aitu Islam Wasathiyah di Pesantren. Namun, pesantren memiliki begitu banyak khazanah keilmuan, referensi dan bahan kajian yang mu’tabar tentang bagaimana berperilaku dan berpaham secara moderat.
“Tapi tidak semua pesantren seperti itu, sekarang banyak berjamur pesantren tapi kurikulum keislamannya tidak jelas. Yang saya maksud adalah pesantren-pesantren sejak lama konsisten dalam pengkajian khazanah turath yang beragam, sehingga melahirkan paradigma berfikir yang luas dan mendalam” tuturnya.














