Dianggap Lebih Membumi, Relawan Solid Dukung Nurul Azizah dan Nafik Sahal pada Pilkada Bojonegoro

JagatSembilan.com | Bojonegoro – Alham M. Ubey Ketua Kaukus Perubahan Bojonegoro (KPB) menilai, kepemimpinan di lima tahun terakhir ini adalah kepemimpinan yang arogan, nginciman dan pendendam. Menurut Alham, Masyarakat Bojonegoro juga menilai bahwa Hj. Nurul Azizah dan KH. Nafik Sahal adalah pribadi yang membumi karena keramahannya.

Melihat dua fakta itu, tim relawan Nurul Azizah – Nafik Sahal yang tergabung di KPB, menggembleng seluruh anggota timnya untuk terus bergerak dengan ikhlas hari ini Minggu (14/07/2024).

Acara penggemblengan yang dirangkai dengan acara konsolidasi. Konsolidasi ini demi target pemenangan yang ingin dicapai. Maka pemantapan para relawannya terus digembleng.

Sekitar 70 orang relawan perwakilan dari 28 kecamatan di Bojonegoro hadir pada acara ini dan mendapat gemblengan sebagi pejuang perubahan.  Setelah itu, penggemblengan diteruskan hingga relawan di tingkat desa dan TPS.

“Pilkada Bojonegoro ini tantangannya sangat menarik. Karena itu kita terus lakukan pemantapan bagi awak kaukus perubahan,” kata Alham M. Ubey, yang juga Ketua Dewan Pertimbangan DPD NasDem Bojonegoro.

Selain itu, menurut Alham, bakal pasangan calon (Bapaslon) Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah – Nafik Sahal ini sebagai lambang perlawanan terhadap kepemimpinan incumbent yang arogan, ngecingan, ngancaman dan pendendam.

“Untuk masyarakat Bojonegoro saya kira sudah tahu karakter kepemimpinan yang kemarin ya, makanya gelombang perlawanan makin besar. Nurul Azizah adalah lambang perlawanan itu,” jelasnya.

Kok disebut arogan, nginciman,, apa maksudnya? Menurut Alham, betapa tidak arogan, selama lima tahun pemerintahan yang lalu, tak melibatkan wakilnya dan pejabat lainnya, termasuk Sekretaris DAERAH (Sekda).

“Sudah bukan rahasia lagi, selama Ana Muawanah menjadi bupati Bojonegoro, seluruh kebijakannya dilakukan sesuka hatinya. Pejabat lain yang seharusnya dilibatkan, selalu ditinggal. Ini namanya arogan,” jelasnya.

Di kalangan pengusaha konstruksi misalnya lagi, juga menjadi momok. Betapa arogannya, ratusan kontraktor lokal mati dan tak mampu bangkit lagi. “Ini semua karena sifat nginciman dan pendendam pemimpinnya. Kalau mau kerja, jadilah penjilatnya,” katanya.

Tim Kaukus perubahan yang mayoritas kader Partai NasDem, yang pro perubahan, baik yang masih aktif maupun yang sudah tidak aktif ini bertekad memenangkan Bapaslon Nurul Azizah – Nafik Sahal.

Alham berharap melalui pilkada 27 Nopember nanti, Bupati Bojonegoro berubah dan Bojonegoro menjadi bermartabat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *