Mahasiswa KKN-TK27 Sosialisasikan Pemanfaatan Larutan Bioska Sebagai Pupuk Organik

JagatSembilan.com | Bojonegoro – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Kolaboratif Tahun 2024 (KKN-T)Universitas Bojonegoro kelompok 27 mensosialisasikan pemanfaatan pupuk Biosaka sebagai alternatif mengurangi penggunaan pupuk kimia kepada masyarakat Desa Kalirejo,Kecamatan Bojonegoro.Sabtu(20/07/2024)

Umi kulsum kordinator penyuluhan pertanian Bojonegoro mengatakan bahwa pupuk organik cair biosaka adalah pupuk yang dibuat secara alami melalui proses pengambilan sari pati dedaunan segar tanpa terserang hama maupun penyakit.

“Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk mengurangi penggunaan pupuk kimia yang saat ini cenderung relatif mahal dan memanfaatkan sumberdaya yang ada di alam,” terangnya.

Umi Kulsum juga mengatakan salah satu keunggulan dari pupuk biosaka yaitu mampu mengurangi perkembangan hama serta penyakit pada tanaman dan dapat meminimalisir biaya pemeliharaan.

“Bahan bahan yang digunakan  dalam pembuatan pupuk organik cair biosaka adalah rumput-rumputan atau daun-daunan yang sehat, sempurna, ukuran daun simetris, tidak terkena hama dan penyakit, tidak berlubang, tidak jamuran, ujung daun tidak kusam dan warna daun rata. Caranya ambil pucuk atau daun sebanyak lima jenis yang berbeda lalu diamkan selama beberapa hari agar aromanya tajam sehingga cocok untuk melindungi tanaman dari serangan hama,” jelasnya.

Tambahnya, rumput-rumputan atau daun-daunan yang bagus adalah yang tumbuh di tempat ekstrim seperti tumbuh di pinggir jalan kering dan berbatu. “Kita juga bisa memakai tumbuhan yang tumbuh di dinding atau di tembok, pegunungan berbatu, di tanah pH rendah atau masam, di lahan rawa dan air genangan sepanjang tahun, tanaman buah atau pohon tumbuh di pinggir jalan dan selalu berbuah saat musim buah tanpa dipupuk, tanaman tumbuh di kadar garam tinggi, dan atau tanaman tumbuh sehat sempurna padahal tanaman lain di sekitar terserang hama,penyakit, jamur, dan lainnya,” tambahnya.

Sementara itu, Imam Kufoko selaku Narasumber mengatakan cairan biosaka ini juga bisa menjadi alternatif yang sangat bermanfaat bagi lingkungan sekitar. “Manfaat penggunaan biosaka ini adalah ramah terhadap lingkungan, hemat biaya, hemat pupuk hingga 50%, menurunkan penggunaan pestisida kimia, mengurangi serangan hama dan penyakit, lahan menjadi lebih subur dan produksi lebih bagus,” Imam Kufoko.

Ia juga menyampaikan sebagai salah satu metode pertanian ramah lingkungan, pemanfaatan biosaka merupakan teknologi mudah dan murah yang dapat diterapkan oleh petani dalam upaya menekan biaya produksi dan meningkatkan produktivitas usaha taninya.

“Manfaat penggunaan biosaka ini adalah ramah terhadap lingkungan, hemat biaya, hemat pupuk hingga 50%, dapat menurunkan penggunaan pestisida kimia dari 50-90%, mengurangi serangan hama dan penyakit, lahan menjadi lebih subur dan produksi lebih bagus,” ungkapnya.

Minto, salah seorang masyarakat Kalirejo mengatakan program pelatihan dan praktek pembuatan pupuk cair organik ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakatnya.

‘’Saya sangat mendukung penggunaan pupuk organik biosaka karena ini mampu membantu menjaga lingkungan dan mengurangi penggunaan pupuk kimia berbahaya, harapan saya pupuk ini menjadi langkah kecil yang berdampak besar,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *