Setelah Helat Kegiatan Tahunan, Pokja Kebudayaan Bojonegoro akan Kirimkan Rekomendasi Hasil Jagong Budaya

JagatSembilan.com | Bojonegoro – Setelah menggelar helat tahunan, Jagong Budaya, Kelompok Kerja Kebudayaan Bojonegoro langsung menyusun rekomendasi sesuai tema yang diangkat.

Pada tahun ke delapan, tema yamg diangkat adalah mengenai pemajuan tradisi lisan di titik-titik geopark yang ada di Bojonegoro.

“Setiap Jagong Budaya, outputnya adalah rekomendasi kebijakan. Baik itu untuk pemerintah di tingkat Kabupaten, Provinsi ataupun Pusat,” jelas Agus Budiono, selaku Sekretaris Kelompok Kerja Kebudayaan Bojonegoro. Minggu (01/09/2024).

Hadir dalam Jagong Budaya 2024 sebagai pembicara diantaranya adalah Eko Wahyu dari ISI Surakarta mewakili elemen akademisi, Sasmito Anggoro mewakili elemen media massa, Asisten 1 Pemkab Bojonegoro dan Bappeda Bojonegoro ataupun Provinsi Jawa Timur mewakili unsur pemerintahan.

“Untuk elemen dunia usaha dan komunitas seni budaya melebur jadi satu dengan audiens. Syukurlah Jagong Budaya pada tahun sangat hidup, terlihat banyaknya interaksi dengan audiens. Acara berlangsung hingga tanggal 2 September,” jelasnya.

Salah satu point penting yang bakal dijadikan rekomendasi adalah berkaitan dengan pelibatan unsur seniman dan budayawan dalam hal pengajuan Geo Park di Bojonegoro ke Unesco.

“Karena memang geo park di Bojonegoro ini pencetus awalnya adalah Kelompok Kerja Kebudayaan, maka sebaiknya Pemkab melalui Bappeda Bojonegoro mengajak mereka untuk berdiskusi,” pesan Nuraraini, mewakili Bappeda Provinsi Jawa Timur.

Menurutnya, pada awal Bulan September ini pihak Provinsi Jawa Timur bersama Pemkab Bojonegoro akan mulai mempresentasikan Geo Park Bojonegoro agar menjadi Geo Park internasional. Selain itu, juga sempat disinggung mengenai fasilitasi kesenian berupa gedung kesenian hingga taman budaya yang pada tahun ini telah memasuki tahapan perencanaan master plan.

Hal lain yang menonjol adalah mengenai fasilitasi kegiatan seni budaya melalui gelaran-gelaran dan bentuk-bentuk yang dapat bermanfaat, baik itu bagi para pelaku, masyarakat ataupun citra daerah.

“Misalnya melalui pembuatan landmark ikon Bojonegoro di titik geo park. Salah satunya mungkin patung wayang thengul,” jelas Djoko Lukito, Asisten Pemerintahan Dan Kesejahteraan Rakyat yang juga sempat menjadi Plh Sekretaris Daerah Bojonegoro.

Ramon Pareno Ketua Dewan Kesenian Bojonegoro (DKB) mengatakan, akan tertuang pula rancangan road map seni budaya untuk mendukung program pemerintah Bojonegoro.

“Diantaranya adalah pembentukan eko sistem seni budaya di jalur Bengawan Solo dan jalur Kereta Api dengan sejumlah kabupaten tetangga,” jelas Ramon Pareno, Ketua Dewan Kesenian Bojonegoro.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *